INDEF: Indonesia Masih Butuh Investasi Asing

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Kamis, 11 April 2019 | 20:49 WIB
INDEF: Indonesia Masih Butuh Investasi Asing
Ilustrasi investasi asing. [Shutterstock]

Suara.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan menilai, Indonesia tak seharusnya anti asing. Karena Indonesia kekinian dinilainya sangat membutuhkan asing dari sisi investasi.

Fadhil menjelaskan, investasi asing adalah cara agarperekonomian nasional tumbuh lebih dari 5 persen.

"Jadi Indonesia masih memerlukan investasi asing. Kalau ada calon presiden yang anti asing atau aseng itu enggak usah di rekomendasikan lah," kata Fadhil dalam sebuah diskusi di Gedung ITS Tower, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Fadhil menuturkan, investasi juga masih tertahan rasio kredit yang rendah saat ini. Rasio kredit Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kekinian masih rendah, yakni sekitar 47 persen terhadap PDB.

Untuk diketahui, rasio kredit sangat berimplikasi pada investasi. Pasalnya, para pelaku usaha tak bisa berinvestasi kalau tak ada pinjaman dari kredit.

"Rasio kredit ke PDB itu 47 persen atau di bawah 50 persen. Kita perlu asing dalam arti investasi," ucap dia.

Sementara Ekonom Senior INDEF lainnya, Nawir Messi menuturkan, untuk menumbuhkan ekonomi Indonesia pada kisaran 6-7 persen, maka pemerintah harus terus menjaring modal asing.

Namun masalahnya, terang dia, saat ini rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (Implemental Capital To Output Ratio) masih tinggi.

Karenanya, ia menyarankan pemerintah harus menjaring modal asing yang banyak untuk menumbuhkan ekonomi.

baca juga

Saat ini, rasio ICOR Indonesia masih di kisaran 6,1 persen. Artinya, untuk menumbuhkan ekonomi 1 persen butuh penambahan investasi sebesar 6,1 persen.

"Kalau mau tumbuh 6-7 persen enggak ada pilihan kecuali modal asing. Permasalahan kita yang besar adalah ICOR yang terlalu tinggi. Oleh karena itu tidak ada pilihan kecuali modal asing masuk.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Faisal Basri Terzalimi Mahalnya Harga Tiket Garuda Indonesia

Cerita Faisal Basri Terzalimi Mahalnya Harga Tiket Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2019 | 12:40 WIB

Faisal Basri Sebut Lion Air dan Garuda Berbohong Telah Turunkan Harga Tiket

Faisal Basri Sebut Lion Air dan Garuda Berbohong Telah Turunkan Harga Tiket

Bisnis | Selasa, 26 Maret 2019 | 19:53 WIB

Berpenghasilan Fantastis, Youtuber Diminta Bayar Pajak

Berpenghasilan Fantastis, Youtuber Diminta Bayar Pajak

Bisnis | Selasa, 26 Maret 2019 | 12:10 WIB

Tiket Pesawat Mahal, Lion dan Garuda Diduga Biang Keroknya

Tiket Pesawat Mahal, Lion dan Garuda Diduga Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 20 Maret 2019 | 17:33 WIB

Kala Murahnya Rokok Kretek Asing Ketimbang Lokal Dipertanyakan

Kala Murahnya Rokok Kretek Asing Ketimbang Lokal Dipertanyakan

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:37 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×