Optimalkan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB Dorong Daerah Bentuk BLUD

Fabiola Febrinastri

Kamis, 25 April 2019 | 09:37 WIB
Optimalkan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB Dorong Daerah Bentuk BLUD
"Sinergi Kegiatan Penyaluran Dana Bergulir LPDB - KUMKM, di Denpasar, Bali, baru-baru ini. (Dok : LPDB)

Suara.com - Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di daerah dinilai sangat diperlukan, karena minimnya sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut diungkapkan Lembaga Penyaluran Dana Bergulir KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM).

"Pembentukan BLUD sangat setuju, karena ini merupakan pola terbaru bagi LPDB - KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir bagi koperasi dan UMKM di daerah," kata Direktur Utama LPDB  - KUMKM, Braman Setyo, dalam "Sinergi Kegiatan Penyaluran Dana Bergulir LPDB - KUMKM, di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

Sinergi kegiatan penyaluran dana bergulir LPDB - KUMKM kali ini mengangkat tema "Melalui Sinergi Kegiatan, Kita Tingkatkan Akuntabilitas Transparansi dan Kerja Sama dalam Mendukung Trisukses Penyaluran Dana Bergulir oleh LPDB-KUMKM (Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukses Pengembalian)".

Hadir di antaranya Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati, Direktur Keuangan LPDB - KUMKM, Ahmad Nizar, Direktur Bisnis LPDB - KUMKM, Krisdianto, Direktur Umum dan Hukum LPDB - KUMKM, Fitri Rinaldi, Kadis KUKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, pimpinan bank, perwakilan Jamkrindo dan OJK, pengurus serta pengelola koperasi se- provinsi Bali.

Braman mengatakan, BLUD akan menjadi perpanjangan tangan LPDB - KUMKM di daerah dalam memberikan akses pembiayaan bagi pelaku koperasi dan UKM. BLUD, tambahnya, bisa menjadi solusi bagi pelaku koperasi dan UKM di daerah, yang selama ini kesulitan dalam mengakses pembiayaan. Adapun dasar hukum pembentukan BLUD adalah Peraturan Gubernur (Pergub).

"Bagaimana pemda setempat, baik kabupaten, kota maupun provinsi, bisa melayani akses pembiayaan yang sudah dikerjasamakan antara LPDB - KUMKM dengan BLUD. Ini akan memberikan kemudahan kepada koperasi dan UKM setempat, karena akan menjadi kepanjangan tangan di daerah. Koperasi dan UKM tidak perlu ke Jakarta, cukup di daerah dan mengakses pembiayaan melalui BLUD," papar Braman.

Menurutnya banyak kepala daerah yang belum tahu bahwa ternyata daerah bisa membentuk BLUD. Hal ini membuat BLUD belum begitu familiar.

Adapun dari 5 daerah yang sudah membentuk BLUD hanya dua di antaranya yang aktif, yakni Kota Tangerang dan Kabupaten Malang. Braman berharap, daerah lain bisa mengikuti jejak duanya.

Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sedang mengupayakan pembentukan BLUD. Saat ini persiapannya masih dalam tahap kajian akademik oleh Universitas Udayana, yang ditargetkan selesai Mei - Juni 2019, sementara untuk studi komparatif sudah dilakukan ke Kota Tangerang dan LPDB - KUMKM di Jakarta.

baca juga

Sementara itu, I Gede Indra Dewa Putra mengatakan, kebutuhan pembiayaan bagi pelaku koperasi dan UKM, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata Bali sangat besar. Seperti diketahui, Bali merupakan daerah yang sangat unggul di sektor pariwisata, namun ketiadaan modal membuat koperasi dan UKM mengalami kesulitan.

"Kami melihat ada solusi yang tepat membentuk BLUD di Bali. Mudah-mudahan ada inisiasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, dan kajian akademiknya kita harapkan selesai supaya bisa segera terbentuk," ujarnya.

"Kami harap, skala usaha koperasi dan UKM juga meningkat, daya saingnya meningkat, apalagi Bali sebagai daerah pariwisata favorit dunia. Ini potensi besar yang bisa digarap oleh koperasi dan UKM. Masalah permodalan jangan sampai menjadi kendala," lanjutnya

Hingga Maret 2019, jumlah koperasi di Bali tumbuh 4.932 unit, dengan jumlah anggota mencapai 1.088.000 orang. Adapun jumlah UKM sebanyak 326.009 unit, yang umumnya bergerak di bidang perdagangan, pertanian, non pertanian dan aneka jasa.

Sekitar 65 persen UKM Bali bergerak di sektor informal, yang sebagian di antaranya belum memiliki izin usaha.

"Akibatnya, koperasi dan UKM ini sulit mendapatkan akses pembiayaan, sehingga ini menjadi peluang bagi koperasi khususnya simpan pinjam untuk merangkul UKM," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembekalan CPNS, Kemenkop dan UKM: Jangan Hanya Jadi Pengantar Surat

Pembekalan CPNS, Kemenkop dan UKM: Jangan Hanya Jadi Pengantar Surat

Bisnis | Sabtu, 30 Maret 2019 | 08:23 WIB

Kemenkop dan UKM : Petani Pengelola Hutan Sebaiknya Bentuk Koperasi

Kemenkop dan UKM : Petani Pengelola Hutan Sebaiknya Bentuk Koperasi

Bisnis | Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:20 WIB

Kemenkop dan UKM : Indonesia Perlu Fokus untuk Pasar Ekspor

Kemenkop dan UKM : Indonesia Perlu Fokus untuk Pasar Ekspor

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2019 | 09:08 WIB

Kemenkop dan UKM Tingkatan Kompetensi Nelayan di Sulawesi Selatan

Kemenkop dan UKM Tingkatan Kompetensi Nelayan di Sulawesi Selatan

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

×