Cianjur Kekurangan Pasokan Bawang Putih

Iwan Supriyatna

Rabu, 08 Mei 2019 | 08:35 WIB
Cianjur Kekurangan Pasokan Bawang Putih
Pedagang bawang putih impor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (16/5).

Suara.com - Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Cianjur, Jawa Barat, belum bisa memenuhi kebutuhan komoditas bawang putih di pasaran lokal karena sampai dengan 2021 masih fokus memperbanyak benih.

Akibatnya ketersediaan stok di pasar terbatas dan terjadi lonjakan harga yang signifikan, meskipun sejak satu tahun terakhir, Cianjur ditargetkan menjadi sentra bawang putih.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Cianjur, Mamad Nano mengatakan, saat ini Cianjur ditargetkan menjadi salah satu sentra pertanian bawang putih di Jawa Barat.

Lahan seluas 127 hektar yang ditanami bawang putih tahun 2018 ditargetkan akan menghasilkan ratusan ton benih setiap panen dan ada penambahan lahan tanam seluas 500 hektar di tahun 2019.

"Kalau ada penambahan lahan, ketersediaan bibit bisa untuk 1.000 hektar. Dari satu hektar lahan nantinya dapat menghasilkan bawang putih 6-8 ton. Jika dihitung berdasarkan luas tanam hingga 2019," katanya.

Sehingga potensi produksi bawang putih di Cianjur ke depan dapat mencapai 5.000 ton bawang putih. Saat ini, Cianjur belum bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal atau menyumbang kebutuhan nasional karena masih fokus pembenihan.

"Hingga 2021, Cianjur masih fokus memperbanyak benih untuk persiapan menuju swasembada bawang putih. Sejak tahun lalu hingga 2021 nanti hanya untuk perbanyakan benih, setelahnya baru fokus pada produksi," katanya.

Untuk saat ini, tambah dia, pemenuhan stok bawang putih lebih mengandalkan impor yang belum bisa memenuhi kebutuhan pasar, sehingga lonjakan harga tetap terjadi, termasuk di Cianjur.

"Kalau sudah swasembada pasti bisa dilakukan stabilisasi harga. Hingga saat ini, dari pusat lebih memilih impor karena pembiayaannya tidak begitu tinggi," katanya.

baca juga

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Cianjur, Yana Kamaludin, mengatakan hingga hari pertama ramadan harga bawang putih melonjak di pasaran hingga Rp 80 ribu perkilogram dari harga normal Rp 20 ribu perkilogram.

"Kenaikan harga terjadi karena tingkat pemakaian tinggi, tidak ditunjang dengan ketersediaan stok yang sebanding, sehingga harga meroket," katanya.

Untuk menstabilkan harga bawang putih, perlu dilakukan operasi pasar, sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog dalam menggelar agenda tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekan Pertama Puasa, Harga Bawang di Gresik Naik Signifikan

Pekan Pertama Puasa, Harga Bawang di Gresik Naik Signifikan

Jatim | Selasa, 07 Mei 2019 | 17:51 WIB

10 Kontainer Bawang Putih Asal China Masuk Jakarta

10 Kontainer Bawang Putih Asal China Masuk Jakarta

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2019 | 13:15 WIB

Sepekan Jakarta Butuh 319 Ton Bawang Putih Impor Agar Harga Stabil

Sepekan Jakarta Butuh 319 Ton Bawang Putih Impor Agar Harga Stabil

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2019 | 13:14 WIB

Terkini

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 21:06 WIB

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 21:05 WIB

×