Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Tergerus Mesin Print, Industri Batik Tulis di Solo Terancam Punah

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 14 Mei 2019 | 11:25 WIB
Tergerus Mesin Print, Industri Batik Tulis di Solo Terancam Punah
Seorang pembatik tengah bekerja. (Suara.com/Ari Purnomo)

Suara.com - Pesona batik tulis di wilayah Solo memang sempat moncer pada zaman dahulu. Kondisi ini lantas menghadirkan banyak perajin batik tulis. Terutama yang mempunyai keahlian untuk membatik secara manual.

Mengingat tidak sembarang orang bisa menjadi pembatik. Keahlian ini biasanya didapatkan secara turun temurun. Dari orang tua dan diturunkan kepada anak-anaknya.

Akan tetapi, kondisi tersebut langsung terguncang disaat hadirnya peralatan modern. Terutama alat printing yang bentuknya hampir sama dengan alat sablon.

Zaman kejayaan batik tulis pun mulai goyah. Dan perlahan, pesona dari batik tulis di Solo mulai redup, seiring dengan pesatnya perkembangan printing.

Perajin Batik Tulis di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah. [Suara.com/Ari Purnomo]
Perajin Batik Tulis di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah. [Suara.com/Ari Purnomo]

Bagi para pengusaha batik, printing bukanlah batik. Karena, proses pembuatannya tidak menggunakan lilin atau malam yang menjadi bahan utama untuk membatik.

Akan tetapi, masyarakat seolah tidak mau tahu masalah itu. Karena banyak yang beranggapan bahwa batik adalah motif yang ada pada sebuah kain. Tanpa peduli bahan apa yang digunakan untuk membuatnya.

Seorang pengusaha batik di Kampung Batik Laweyan, Solo, Alpha Febela Priyatmono menuturkan, gempuran printing membuat industri batik tulis di Laweyan hancur.

Banyak yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa bertahan. Mereka tidak bisa beradaptasi dengan masuknya printing.

"Dampak kehadiran printing itu sangat dasyat. Yang tidak bisa bertahan akhirnya tutup. Dan perlahan batik tulis terus menyusut," terangnya kepada Suara.com, Selasa (14/5/2019).

Keterpurukan batik tulis semakin diperparah dengan sulitnya regenerasi para perajin batik. Bahkan sampai saat ini, perajin batik tulis rata-rata berusia di atas 45 tahun. Hanya ada beberapa saja yang masih berusia di bawah 40 tahun.

"Ya memang usianya sudah di atas 45 tahun. Kalau di tempat saya ada juga yang di atas 50 tahun," terangnya.

Selama ini, menurut Alpha, jarang yang mau meneruskan menjadi perajin batik. Para generasi muda memilih untuk mencari pekerjaan lain daripada menjadi pembatik. Kondisi inilah yang kemudian membuat kondisi batik tulis semakin tidak menentu.

"Regenerasi memang sulit, makanya kami berupaya untuk memberikan pemahaman kepada generasi penerus, terutama kepada para pelajar untuk mengenal batik, terutama batik tulis. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan membatik," katanya.

Seperti bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengadakan kegiatan di kampung Batik Laweyan. Kemudian para siswa dikenalkan dengan batik tulis. Selain itu, ada juga pelatihan membuat batik dan kegiatan yang lainnya.

Alpha berharap, dengan upaya yang dilakukannya tersebut bisa sedikit membangkitkan gairah bagi para generasi muda untuk kembali mencintai batik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Serbu Tempat Penukaran Uang Baru di Solo Balapan

Warga Serbu Tempat Penukaran Uang Baru di Solo Balapan

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 22:01 WIB

Rizieq Diklaim Pernah Tolak Rp 1 Triliun untuk Hentikan Aksi Anti Ahok

Rizieq Diklaim Pernah Tolak Rp 1 Triliun untuk Hentikan Aksi Anti Ahok

News | Senin, 13 Mei 2019 | 19:34 WIB

Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)

Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 19:28 WIB

Terkini

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:17 WIB

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:12 WIB

'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan

'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:44 WIB

Tips Atur Properti, Mulai dari Desain Interior Ruang Terkoneksi Elektrik

Tips Atur Properti, Mulai dari Desain Interior Ruang Terkoneksi Elektrik

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:00 WIB