Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kurang dari Satu Tahun, PLN Naik Credit Rating dari S&P Dua Kali

Fabiola Febrinastri

Minggu, 02 Juni 2019 | 14:23 WIB
Kurang dari Satu Tahun, PLN Naik Credit Rating dari S&P Dua Kali

Suara.com - Lembaga pemeringkat kredit, Standard & Poor's (S&P) telah menaikkan peringkat PT Perusahaan Listrik Negara PLN (Persero) menjadi BBB, dari yang sebelumnya BBB-, dengan outlook stabil. Kenaikan rating ini merupakan yang kedua kali dilakukan oleh S&P bagi PLN dalam waktu kurang dari satu tahun, setelah sebelumnya dinaikkan rating-nya menjadi BBB- pada Agustus 2018.

S&P merupakan lembaga pemeringkat ratings internasional yang sangat reputable, dan dikenal secara global sebagai lembaga yang sangat konservatif dalam melakukan penilaian kualitas kredit.

Seperti yang dinyatakan dalam publikasi S&P pada 31 Mei 2019, rating PLN mengalami kenaikan, dimana S&P yakin bahwa PLN secara berkesinambungan memiliki peran sangat strategis bagi Indonesia, dan PLN pasti akan senantiasa mendapatkan dukungan yang berkesinambungan dan luar biasa dari pemerintah Indonesia. Kenaikan peringkat ini sejalan dengan dinaikkannya rating pemerintah Indonesia, dengan dasar bahwa S&P melihat prospek pertumbuhan yang solid.

S&P juga berpendapat, kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah di masa mendatang adalah kebijakan yang stabil, pruden dan kondusif untuk pertumbuhan ekonomi.

Beberapa hari lalu, PLN baru saja merilis laporan keuangan dengan performa yang solid selama 2018. Perusahaan mencatat laba bersih 2018 sebesar Rp 11,6 triliun, atau tumbuh 162 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun laba bersih tahun sebelumnya hanya Rp 4,42 triliun.

Peningkatan laba ini ditopang oleh beberapa faktor, salah satunya, peningkatan konsumsi listrik yang membuat penjualan mengalami kenaikan. Selain itu juga ditunjang efisiensi yang terus-menerus dilakukan perusahaan serta dukungan dari kebijakan DMO batu bara pemerintah.

Pada 2018, pemerintah memberikan dukungan kepada PLN dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1395.K/30/MEM/2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1410.K/30/MEM/2018, yang menetapkan harga khusus batu bara bagi kebutuhan tenaga listrik dalam negeri sebesar 70 dolar AS per ton, jika HBA berada di atas angka tersebut. Sementara itu, jika HBA berada di bawah 70 dolar AS per ton, maka PLN tetap membayar sesuai harga HBA tersebut.

Kenaikan credit rating ini menggambarkan tingkat risiko investasi di PLN menurun, sehingga kepercayaan investor kepada PLN akan semakin meningkat. Hal ini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan.

Kenaikan rating ini juga akan turut berkontribusi bagi PLN dalam mendapatkan cost of fund yang kompetitif untuk mendanai proyek 35 GW, melistriki daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), meningkatkan rasio elektrifikasi, serta mendukung upaya memberikan tarif yang kompetitif bagi industri, bisnis dan masyarakat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun 2018 PLN Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp 11,6 Triliun

Tahun 2018 PLN Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp 11,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Mei 2019 | 00:21 WIB

PLN Berangkatkan 7.000 Pemudik Gratis Melalui Bus dan Kapal Laut

PLN Berangkatkan 7.000 Pemudik Gratis Melalui Bus dan Kapal Laut

Bisnis | Rabu, 29 Mei 2019 | 17:37 WIB

PLN Berbagi Kebahagiaan Bersama 8.000 Anak Yatim dan Duafa

PLN Berbagi Kebahagiaan Bersama 8.000 Anak Yatim dan Duafa

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2019 | 12:00 WIB

Kemenhub Gandeng PLN Pasok Listrik untuk Pelabuhan Patimban

Kemenhub Gandeng PLN Pasok Listrik untuk Pelabuhan Patimban

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 11:37 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×