Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Nestle Indonesia Perluas Pabrik di Tiga Provinsi Ini

Reza Gunadha | Muslimin Trisyuliono | Suara.com

Rabu, 31 Juli 2019 | 21:26 WIB
Nestle Indonesia Perluas Pabrik di Tiga Provinsi Ini
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Produsen makanan dan minuman PT Nestle Indonesia mengumumkan perluasan tiga pabriknya yang berlokasi di Karawang (Jawa Barat), Kejayan (Jawa Timur) dan Panjang (Lampung).

Perluasan pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim.

“Kami menyambut baik keputusan Nestle untuk menambah investasi dan meningkatkan kapasitas produksi mereka di Indonesia,” kata Airlangga saat menghadiri seremoni perluasan pabrik Nestle di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Menperin menyampaikan, setelah beroperasi selama 48 tahun di Indonesia, Nestle semakin memperkuat komitmennya dalam memajukan industri yang ada dalam rantai usahanya, dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara.

“Hal ini menunjukkan optimisme perusahaan multinasional terhadap peluang yang ada di Indonesia, dan kami harap akan ada lebih banyak pihak yang mengikuti jejak Nestle untuk berinvestasi di Tanah Air,” ujar Airlangga.

Investasi sebesar 100 juta dollar AS atau setara Rp1,4 triliun tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi Nestle di Indonesia saat ini sebesar 25 persen.

Keseluruhan perluasan pabrik ini direncanakan untuk memproduksi beberapa produk yang telah ada maupun akan hadir di Indonesia, seperti Bear Brand, Nescafe ready to go, Milo dan Maggi.

Dharnesh Gordhon, Presiden Direktur Nestle Indonesia, melihat kesempatan bisnis yang semakin kondusif di lndonesia, diiringi dengan pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman Nestle yang bergizi dan berkualitas.

“Memberikan produk bernilai tambah merupakan salah satu wujud upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan terus berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia,” kata Darnesh.

Saat ini, pabrik-pabrik Nestle di Indonesia telah memproduksi bubur bayi Cerelac, minuman cokelat malt Milo, dan susu bubuk Dancow dan Lactogrow, serta produk kopi instan dan kopi mix Nescafe.

“Perluasan pabrik yang akan beroperasi tahun depan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Nestle Indonesia untuk menciptakan manfaat bersama,” tukas Darnesh.

Melalui investasi, perusahaan asal Swiss ini berharap untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian para petani dan peternak, pemasok bahan baku Nestle.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Jateng - Jatim Akan Didorong Jadi Pusat Industri Teknologi

Menperin: Jateng - Jatim Akan Didorong Jadi Pusat Industri Teknologi

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 21:33 WIB

Suara Partai Turun, Kader Golkar: Airlangga Harus Pilih Ketum Atau Menteri

Suara Partai Turun, Kader Golkar: Airlangga Harus Pilih Ketum Atau Menteri

News | Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:35 WIB

Dua Produsen Otomotif Segera Investasi Rp 50 Triliun di Indonesia

Dua Produsen Otomotif Segera Investasi Rp 50 Triliun di Indonesia

Otomotif | Kamis, 18 Juli 2019 | 20:27 WIB

Deklarasi Maju Caketum Golkar, Airlangga: Nanti Saja Menjelang Munas

Deklarasi Maju Caketum Golkar, Airlangga: Nanti Saja Menjelang Munas

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 19:25 WIB

Bamsoet Deklarasi Caketum Golkar, Airlangga: Munas Saja Belum Dijadwalkan

Bamsoet Deklarasi Caketum Golkar, Airlangga: Munas Saja Belum Dijadwalkan

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 18:53 WIB

Menperin Sebut Investasi Mobil Listrik di Indonesia Menjanjikan

Menperin Sebut Investasi Mobil Listrik di Indonesia Menjanjikan

Otomotif | Kamis, 18 Juli 2019 | 13:58 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB