Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Hadapi Resesi Ekonomi Dunia, Jokowi Minta Masukan Pelaku Industri Tekstil

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 16 September 2019 | 19:35 WIB
Hadapi Resesi Ekonomi Dunia, Jokowi Minta Masukan Pelaku Industri Tekstil
Pertemuan Presiden Jokowi dengan pelaku usaha tekstil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/9/2019). [Dok. Setpres]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta masukan dan saran dari API dan APSyFI mengenai harapan pelaku usaha untuk menjadi rumusan kebijakan perekonomian mendatang.

"Saya ingin tahu betul apa yang diinginkan oleh pelaku usaha, tapi jangan banyak-banyak, paling hanya tiga pokok saja, tapi kita rumuskan, kita putuskan, kemudian pemerintah akan lakukan kebijakannya, sehingga betul-betul bermanfaat bagi Bapak, Ibu, semuanya," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dikemukakan Jokowi, masukan tersebut akan membantu pemerintah di tengah gejolak ekonomi dunia, yakni perang dagang antara China dan Amerika Serikat, karena bisa menjadi tantangan ataupun peluang untuk meningkatkan ekspor.

"Kita tahu gejolak ekonomi dunia seperti perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat bisa menjadi tantangan, tapi sekaligus bisa menjadi peluang kita untuk meningkatkan ekspor, termasuk produk tekstil dan serat sintesis dan benang filamen," tutur Jokowi.

Jokowi mengemukakan produk tekstil dan industri tekstil pakaian mengalami pertumbuhan tertinggi di triwulan II 2019, sebesar 20,71 persen.

"Apalagi produk tekstil dan industri tekstil pakaian jadi menjadi industri dengan pertumbuhan tertinggi di triwulan II 2019, tahun ini, yaitu sebesar 20,71 persen, pertumbuhan yang sangat tinggi dan masuk lima besar sebagai industri dengan kontribusi tertinggi terhadap PDB di triwulan II 2019, yaitu 1,30 persen," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil Indonesia di pasar global cenderung stagnan yaitu di angka 1,6 persen.

Angka tersebut tertinggi jauh bila dibandingkan dengan China 31,8 persen, dan dua pesaing Indonesia, Vietnam 4,59 persen dan Bangladesh 4,72 persen di tahun 2018.

"Selain itu, ekspor tekstil dan produk tekstil pada triwulan II 2019 juga turun 0,6 persen dari periode yang sama di 2018," ujarnya.

Menurut dia, hal itu disebabkan tingginya biaya produksi lokal, fasilitas dan kebijakan dagang berpihak pada impor dan kurangnya perencanaan jangka panjang yang berdampak pada minimnya investasi. Selain itu, Jokowi juga meminta pihak terkait untuk berhati-hati, sebab dalam 1,5 tahun ke depan, ekonomi global akan mengalami resesi.

"Kita harapkan ini bisa menjadi peluang untuk membenahi hal yang perlu kita perbaiki dan kita juga tahu bahwa beberapa negara saat ini sudah pada betul-betul dalam kondisi resesi karena pertumbuhannya minus, sehingga kesempatan ini harus kita gunakan supaya ada titik balik bagi industrialisasi di negara kita," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Investasi Industri Tekstil Rp10,19 Triliun di 2017

Kemenperin: Investasi Industri Tekstil Rp10,19 Triliun di 2017

Bisnis | Senin, 12 Maret 2018 | 19:10 WIB

Target Pertumbuhan Industri Tekstil

Target Pertumbuhan Industri Tekstil

Foto | Senin, 30 Oktober 2017 | 15:17 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:32 WIB

Pemerintah Targetkan RI Jadi Eksportir Tekstil Terbesar Kelima

Pemerintah Targetkan RI Jadi Eksportir Tekstil Terbesar Kelima

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:45 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB