Pimpinan MPR Bertambah, Pengeluaran Negara Membengkak

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Pimpinan MPR Bertambah, Pengeluaran Negara Membengkak
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengangkat palu sidang saat Pelantikan Pimpinan MPR periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku manut-manut saja jika pemerintah diminta untuk menambah anggaran yang diperlukan.

Suara.com - Ada yang beda dari struktur pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk periode 2019-2024 yang baru saja dilantik, awalnya hanya ada 8 pimpinan kini menjadi 10 pimpinan.

Lantas dengan bertambahnya jumlah pimpinan tersebut, anggaran yang diperlukan bagi pejabat Senayan ini juga membengkak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku manut-manut saja jika pemerintah diminta untuk menambah anggaran yang diperlukan.

"Kalau memang keputusannya sudah menambahkan seperti itu, kita akan tambah anggarannya," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jumat (4/10/2019).

Bendahara negara ini menyebut, tentunya ada mekanisme yang telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk bisa memformulasikan kebutuhan anggaran MPR untuk periode 2019-20124, lantaran sudah melakukan rapat pagu anggran sebelumnya.

"Waktu itu sekertariat MPR sudah menginformasikan mengenai kebutuhan Anggaran yang dibutuhkan. Jadi nanti kita lihat alokasi di dalam," katanya.

Informasi saja, Bambang Soesatyo terpilih menjadi Ketua MPR secara aklamasi. Selain Bamsoet, MPR menetapkan sembilan pimpinan lainnya.

Pimpinan MPR tersebut terdiri dari sembilan fraksi DPR dan kelompok DPD. Kesembilan pimpinan tersebut adalah Fadel Muhammad (DPD), Ahmad Basarah (PDIP), Ahmad Muzani (Gerindra), Jazilul Fawaid (PKB), Lestari Moerdijat (NasDem), Hidayat Nur Wahid (PKS), Syarief Hasan (Partai Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN) dan Arsul Sani (PPP).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS