Mentan Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali

Selasa, 08 Oktober 2019 | 10:49 WIB
Mentan Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali
Mentan, Andi Amran Sulaiman melakukan gerakan mekanisasi panen dan olah tanah, serta pertanian organik di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan gerakan mekanisasi panen dan olah tanah, serta pertanian organik di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2019). Gerakan ini merupakan langkah kongkret Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memacu peningkatan produksi padi di musim kemarau dan kesejahteraan petani.

"Kami mendukung gerakan panen padi organik, olah tanah, dan tanam. Metode ini menaikkan pendapatan sekaligus kesejahteraan petani, serta menumbuhkan inovasi baru seperti pestisida organik, pupuk organi dan pengendalian gulma organik di tingkat petani. Saya juga mengapresiasi alat penyiangan, inovasi petani. Kami mendorong untuk cepat dipatenkan. Kami bantu secara gratis dan royalti kami berikan langsung kepada petani," demikian dikemukakan Amran, dalam acara tersebut.

Amran menyebut, selama pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla, Kementan telah berkontribusi memajukan sektor pertanian Morowali sebagai Bumi Tepe Asa Moroso. Bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan), benih padi, jagung, bibit kelapa dalam, cengkeh, pala dan berbagai bantuan lainnya seperti pelatihan untuk petani, digulirkan.

"Setelah 5 tahun menjadi Menteri Pertanian, yang juga saya asli Morowali, karena Sulawesi ini, satu, kami sering di Morowali, keliling mengendalikan hama tikus. Kami sudah mengabdi lama 15 tahun di Morowali tanpa pamrih, tanpa batas dan harus diberi sesuatu. Sekarang di akhir masa jabatan, saya datang ke Morowali, bukan karena tidak cinta. Aku sangat cinta. Bukti kecintaan bukan slogan, buktinya kiriman alsintan ke daerah ini cukup besar selama 5 tahun menjabat menteri," sebutnya.

"Kalau jumlah bantuan pertanian dan desa untuk Sulawesi Tengah selama 5 tahun mencapai Rp 8 triliun, itu namanya jauh di mata dekat di hati. Hari ini, kami datang membawa bantuan alsintan senilai Rp 4 miliar," tegas Amran.

Ia juga menambahkan, di penghujung pemerintahan Jokowi - JK, khususnya sektor pertanian, Kementan berhasil mencetak prestasi besar. Menurut BPS, rata-rata kenaikan ekspor pertanian per tahun sebesar 2,4 juta ton dan tercatat sejak pemerintahan Jokowi - JK, ekspor naik 9 juta ton pertama dalam sejarah.

"Kemudian peningkatan PDB sektor pertanian nomor 5 di dunia saat ini. Target PDB pertanian mampu tumbuh 3,7 persen dari target 3,5 persen. Kementan juga mendapat predikat WTP dari BPK selama 3 tahun berturut-turut dan penghargaan anti gratifikasi terbaik dari KPK 2 tahun berturut-turut," ungkapnya.

"Kalau orang kampung masuk kota, langsung hasilkan gebrakan dan sejarah besar. Jarang bicara, tapi hasil kerjanya luar biasa," tambah Amran.

Capaian sektor pertanian lainnya, sebut Amran, di era pemerintahan Jokowi - JK, Indonesia berhasil wujudkan swasembada beras. Pada 1984, Indonesia pertama kalinya meraih swasembada beras dengan jumlah penduduk 162 juta, namun terdapat impor sekitar 414 ribu ton.

Baca Juga: Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Definisi swasembda oleh FAO pada waktu itu, disebut swasembada bila mampu mencukupi sendiri dan impor maksimum 10 persen.

"Nah, pada 2019, dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa, maka membutuhkan pasokan 2,5 juta ton beras per bulan atau 29,5 juta ton per tahun. Jumlah ini tercukupi dari produksi petani sendiri dan kini stok beras di Bulog ada 2,5 juta ton. Artinya, saat ini pun Indonesia berhasil meraih swasembada beras," tegasnya.

Bupati Morowali, Taslim menyatakan, hingga saat ini, bantuan yang diberikan Kementan sangat besar. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Mentan , yang berkomitmen nyata memajukan pertanian dan petani Morowali.

"Kami optimistis, berbagai bantuan dan program Kementan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Namun tantangan ke depan adalah ancaman global, makanya apresiasi hadirnya program pertanian organik. Dengan kehadiran Bapak Menteri, maka bisa menjawab tantangan itu. Kami optimistis, masa depan pertanian Morowali akan semakin maju," tuturnya.

Hadir juga dalam kunjungan kerja ini, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry dan Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagiyono.

Selain melakukan gerakan panen dan olah tanah serta tanam, Amran juga melakukan penyeraha bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda 4, traktor tangan dan vertical dryer, benih pala 16.500 pohon, kelapa dalam 2.500 pohon, cengkeh 28.000 pohon, benih jagung 100 hektare, dan benih padi organik 100 hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI