Usai Pertemuan di Kantor Luhut, Sriwijaya-Garuda Sepakat Rujuk Kembali

Bangun Santoso | Achmad Fauzi
Usai Pertemuan di Kantor Luhut, Sriwijaya-Garuda Sepakat Rujuk Kembali
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Kerjasama antara Sriwijaya dengan Garuda disepakati berjalan tiga bulan ke depan

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ikut turun tangan membereskan kisruh antara Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia. Terkini, Luhut memanggi dua pihak termasuk Menteri Perhubungan untuk menengahi pertikaian itu.

Setelah ada pertemuan, Luhut mengatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk kembali bekerja sama selama tiga bulan ke depan, sembari diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Audit sudah mulai jalan kita harapkan audit itu akan keluar hasilnya mungkin dalam seminggu atau sepuluh hari ke depan," kata Luhut di kantornya di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menurut Luhut, berlanjutnya kerja sama antara Sriwijaya dengan Garuda, karena masih adanya utang Sriwijaya Air di sejumlah pihak.

"Karena ada yang punya utang sini, utang sana, teknis lah," kata dia.

Sementara itu, kuasa hukum Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra menyatakan, audit oleh BPKP ini untuk membuktikan apakah kerja sama yang dilakukan ini membuat utang Sriwijaya membengkak atau tidak.

Pasalnya, Yusril yang selaku pemegang saham Sriwijaya Air ini menyebut bahwa Garuda mengklaim utang Sriwijaya turun 18 persen, tapi manajemen melihat utang malah makin membengkak.

"Jadi kami sepakat, oke suruh audit saja sama BPKP, apakah betul terjadi pengurangan utang atau malah utang makin membengkak. itu nanti akan memutuskan kerja sama ini akan lanjut atau tidak," ujar Yusril.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS