Suara.com - Pembangunan transportasi Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek terus berlangsung. Hingga 1 November ini progres pembangunannya telah mencapai 67,3 persen.
Terdapat tiga relasi pada LRT Jabodebek yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Rencananya, operasional perdana LRT Jabodebek ini bakal dilangsungkan pada Juli 2021.
Lantas dengan beroperasinya LRT Jabodebek berapakah tarif yang dikenakan?
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum secara gamblang mengungkapkan berapa tarif yang dikenakan dalam transportasi massal itu.
Karena, sambung dia, perlu studi lebih lanjut untuk menetapkan tarif pada transportasi baru.
"Bisa juga ada asumsi jumlah penumpang, atau kalau ada cost tertentu atau malah sebaliknya ada pendapatan besar yang bisa kita turunkan. Nanti kita lihat justifikasi pada akhir-akhir operasional," ujar Budi Karya saat ditemui di peresmian Long Span LRT Jabodebek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini memperkirakan tarif tiket LRT Jabodebek bisa di bawah Rp 12.000.
"Bisa (di bawah Rp 12.000). Tapi tentu nanti kita akan melakukan justifikasi pada saat menjelang operasional," ujarnya.
Sebagai informasi, Hingga per 1 November, progres pembangunan LRT Jabodebek mencapai 67,3 persen dengan rincian Cawang-Cibubur 86,2 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3 persen dan Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen.