Jasindo Optimalisasi Aset Berusia 99 Tahun

Iwan Supriyatna
Jasindo Optimalisasi Aset Berusia 99 Tahun
Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Sari Suharso. (Dok: Jasindo)

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memanfaatkan salah satu gedung lama miliknya yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Suara.com - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo memanfaatkan salah satu gedung lama miliknya yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta. Gedung yang dibangun pada 1920 ini, pernah menjadi kantor Belanda bernama Kantoorgerbouw West Java (WEVA) Handel Maatschappi.

Menurut Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Sari Suharso, aset yang sudah lama tak digunakan ini kini dimanfaatkan untuk acara-acara yang berdampak positif bagi masyarakat, salah satunya sebagai tempat kegiatan workshop yang bekerja sama dengan aktivis peduli lingkungan, DemiBumi.

Kegiatan ini sekaligus merupakan upaya optimalisasi gedung milik Asuransi Jasindo di daerah Kota Tua. Menurutnya, gedung tiga lantai yang bernama Gedoeng Jasindo tersebut belum termanfaatkan secara maksimal.

“Dengan adanya acara ini, maka gedung tersebut jadi semakin bermanfaat. Masyarakat bisa menikmati gedung tersebut,” kata Sari Suharso dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019).

“Di sana terdapat aneka workshop terkait pengelolaan sampah rumah tangga, dan “do it yourself” pengganti plasticwrap yang dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada lingkungan,” sari menambahkan.

Sebut saja workshop cara mengurangi sampah, membuat kompos, ecoskin, ecobath, hingga ecokids, digelar di Gedoeng Jasindo tersebut.

Kegiatan tersebut juga berbarengan dengan rangkaian acara Vital Voices Festival atau Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya pada 7 hingga 14 Desember 2019 yang juga diadakan di Gedoeng Jasindo. Festival Perempuan dalam Film merupakan kolaborasi Asuransi Jasindo dengan PFN dan Pesona Indonesia Jaya.

Tak hanya itu, selama acara berlangsung Asuransi Jasindo juga akan menggelar pameran lukisan serta demo melukis serta pameran foto yang menceritakan sejarah Gedoeng Jasindo.

Selain itu turut dipamerkan peralatan kantor jaman dahulu seperti mesik tik dan mesin hitung serta polis-polis yang diterbitkan oleh Asuransi Jasindo dari pertama berdiri.

“Untuk para penggemar budaya Jepang, di sana juga akan ada workshop perihal seni membungkus furoshiki. Dijamin seru,” tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS