Raker Pembangunan Pemberdayaan Perekonomian Desa Provinsi Jawa Barat

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Raker Pembangunan Pemberdayaan Perekonomian Desa Provinsi Jawa Barat
Bank BJB. (Dok : Bank BJB).

Strategi tersebut, dijalankan melalui pembangunan BUMDes-BUMDes yang menjadi motor penggerak utama sekaligus ruang inkubasi produk-produk yang dikembangkan.

Suara.com - Gelontoran dana yang mengalir ke kantong kas pemerintah desa di Jawa Barat menghadirkan peluang dan tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.

Seperti diketahui, setiap tahun seluruh desa di Jawa Barat yang berjumlah 5.312 mendapat kucuran dana ratusan juta hingga miliaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan dan ada daerah (APBD), hibah, pendapatan asli desa, maupun sumber-sumber lainnya.

Seturut amanat Permendagri Nomor 130 Tahun 2018, pengelolaan dana bisa dilakukan untuk berbagai keperluan belanja dan pembiayaan desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat, tak terkecuali melakukan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia maupun eksplorasi sumber daya ekonomi dan usaha dalam bentuk BUMDes yang bisa mewujudkan kesejahteraan desa.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai nahkoda regional telah memiliki rancang bangun untuk mengarahkan pengelolaan dana desa tersebut agar lebih optimal.

Beberapa program telah dijalankan, khususnya One Village One Company (OVOC) yang dirancang guna meningkatkan daya saing perekonomian desa dengan mendorong dan memfasilitasi secara penuh agar desa-desa di Jawa Barat bisa menunjukkan ciri khas dan mengolahnya sebagai sumber pendapatan bagi masing-masing desa.

Strategi tersebut, dijalankan melalui pembangunan BUMDes-BUMDes yang menjadi motor penggerak utama sekaligus ruang inkubasi produk-produk yang dikembangkan. Aparat desa, didorong untuk berperan menggali dan memilah potensi sekaligus meyuntikkan semangat kepada seluruh warga menghasilkan usaha yang menggeliat.

Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb senantiasa berperan aktif memberikan sokongan kepada pemerintah agar cita-cita menciptakan desa unggulan di Jawa Barat bisa terwujud. bank bjb yang sedari mula ikut terlibat aktif dalam program OVOC, siap untuk turun tangan lebih jauh demi mengakselerasi rencana pemerintah dalam mendorong laju perekonomian desa.

Lewat strategi yang terukur, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb M. As'adi Budiman mengatakan bank bjb siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk membidani kelahiran BUMDes-BUMDes baru. Seperti diketahui, saat ini Pemprov Jabar tengah berfokus untuk membentuk BUMDes-BUMDes baru sebagai prioritas. Sejauh ini, 3.695 desa sudah memiliki BUMDes. Program OVOC juga memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan BUMDes ini, sejak digulirkan akhir 2018 lalu, terdapat 596 BUMDes yang berstatus aktif kembali, dan 272 BUMDes baru terbentuk. Pemerintah juga menargetkan 746 BUMDes akan dibentuk di tahun 2020.

"bank bjb sebagai bank nasional yang tumbuh besar di Jawa Barat serta memiliki salah satu misi sebagai penggerak laju perekonomian daerah berkomitmen untuk mengangkat potensi peningkatan perekonomian desa melalui berbagai kegiatan yang selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sudah menjadi komitmen perseroan untuk terus berupaya meningkatkan sinergi guna mendorong pertumbuhan perekonomian desa dengan meluncurkan berbagai inovasi produk dan program untuk mengangkat potensi perekonomian desa," kata As'adi.

Sebagai salah satu langkah awal mewujudkan realisasi pembentukan BUMDes dan pengelolaan dana desa dalam konteks yang lebih luas, bank bjb ikut serta dalam rapat kerja pembangunan pemberdayaan perekonomian desa Provinsi Jawa Barat bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Barat dan dihadiri oleh Dedi Supandi Kepala Dinas DPM Desa Provinsi Jawa Barat bertempat di Imah Seniman Lembang pada 13-14 Desember 2019.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai perihal strategi dan rencana proyeksi optimalisasi pengembangan desa-desa yang sesuai dengan potensi serta karakter setiap daerah. Proyeksi itu diselaraskan pula dengan rencana di tingkat provinsi agar perkembangan desa-desa yang terjadi bisa terintegrasi dan saling menopang satu sama lain. Tak kalah penting, peran kerja masing-masing stakeholder dan pihak yang berkepentingan, termasuk optimalisasi peran bank bjb sebagai lembaga penyedia produk dan jasa layanan keuangan daerah.

bank bjb, akan tetap menjadi mitra utama pemerintah dalam menyediakan jasa layanan dan penguatan pengelolaan keuangan kepada desa-desa untuk meningkatkan potensi perekonomian sebagaimana telah dilakukan sebelumnya. Beberapa bentuk kerja sama yang telah dijalin bank bjb dalam mendorong peningkatan perekonomian desa ini salah satunya ialah menjadi bank penyalur dana desa di Jawa Barat.

Keterlibatan aktif bank bjb dalam OVOC juga terlihat dalam bentuk keberadaan tim khusus lintas divisi yang dibentuk perseroan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan pengelolaan bisnis, pendampingan teknis penguatan lembaga perekonomian masyarakat, dan penyaluran fasilitas kredit bagi usaha kredit mikro.

Dalam konteks BUMDes, beberapa program bank bjb juga telah disosialisasikan, di antaranya Mitra PPOB bank bjb di mana BUMDes dapat menjadi mitra bank bjb sebagai channel pembayaran pajak kendaraan bermotor dan payment lainnya, Giro Desa untuk pengelolaan keuangan Desa dan BUMDes melalui rekening giro bank bjb, Kredit Produktif di mana bank bjb memberikan akses permodalan bagi unit usaha di pedesaan melalui kredit bjbMESRA.

Di luar itu, bank bjb juga menawarkan penggunaan fasilitas internet banking bank bjb untuk mendukung program digitalisasi dan kelancaran transaksi usaha di desa, melakukan pelatihan kewirausahaan kepada unit usaha di pedesaan melalui program PESAT bank bjb, menjadikan warga desa atau pengelola BUMDes sebagai agen Laku Pandai bjb BISA, seta penyediaan DPLK sebagai tabungan persiapan pensiun aparat desa demi kesejahteraan di masa tua.

Berbagai sinergi yang terjalin lintas lembaga ini telah memperlihatkan hasil yang terbilang menggembirakan. Tak cuma kemunculan BUMDes-BUMDes baru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2019 berhasil mendorong 98 desa dengan status mandiri.

Selain itu, ada 732 desa yang naik kelas dari status berkembang menjadi maju. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya serta dari target yang ditetapkan semula.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS