Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi

Iwan Supriyatna

Rabu, 15 Januari 2020 | 11:04 WIB
Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi
Petani menebar pupuk bersubsidi di pematang sawah, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. [Antara/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Petani padi, jagung dan tanaman lainnya di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terancam gagal panen imbas semakin langkanya pupuk bersubsidi.

"Benar, kami sangat heran kenapa pupuk subsidi langka dan susah diperoleh. Sedangkan pupuk non subsidi harganya cukup tinggi," kata Ketua Gabungan Kelompol Tani Sukma Karsa Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat, Algeri Adnan di Simpang Empat, ditulis Rabu (15/1/2020).

Menurutnya petani, saat ini banyak yang tidak memberi pupuk urea tanamannya karena harga pupuk nonsubsidi cukup tinggi mencapai Rp 280 ribu per karungnya.

Jika dibandingkan harga pupuk subsidi bisa diperoleh dengan Rp 115.000 sampai Rp 120.000 per karungnya.

"Petani tidak sanggup membeli pupuk nonsubsidi karena harganya yang tinggi. Sementara tanaman jagung contohnya minimal harus dipupuk dua kali. Saat ini banyak petani hanya memupuk satu kali," sebutnya.

Ia menyatakan jika kondisi ini terus terjadi, maka petani akan terancam gagal panen atau produksinya berkurang pada Februari dan Maret nanti.

"Jika pakai pupuk satu haktare tanaman jagung bisa menghasilkan 6,7 ton. Jika tidak pakai pupuk bisa gagal panen. Meskipun satu kali pupuk akan turun produksinya 1,5 sampai 2 ton per hektare," jelasnya.

Ia sangat heran kenapa pupuk subsidi sangat langka di Pasaman Barat. Padahal kelompok tani selalu membuat Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) setiap tahunnya.

"Kami berharap pupuk subsidi segera ada untuk tanaman. Untuk kelompok tani kami saja ada sekitar 150 hektare tanaman yang terancam gagal panen," ujarnya.

baca juga

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultara dan Peternakan Pasaman Barat, Sukarli mengatakan pupuk bersubsidi memang langka di lapangan.

Menurutnya untuk pupuk bersubsidi hanya 18 persen dari total kebutuhan pupuk yang diajukan oleh petani berdasarkan RDKK.

"Kalau langka dilapangan memang alokasi pupuk 2019 sudah habis terdistribusi sampai Desember 2019.

Sementara untuk 2020 pihaknya baru dapat alokasi dari propinsi dan sedang diproses Surat Keputusan bupati.

"Saat ini hampir semua kecamatan mulai tanam padi dan tanaman lainnya. Namun pupuk bersubsidi belum bisa diyebus oleh kios ke distributor karena kita sedang membagi alokasi per kecamatan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Nasib Petani Terancam

Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Nasib Petani Terancam

Bisnis | Senin, 13 Januari 2020 | 15:17 WIB

Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka

Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka

Bisnis | Selasa, 12 November 2019 | 14:55 WIB

Mantan Dirut Pupuk Indonesia Singkirkan Jonan dari Jabatan Menteri ESDM

Mantan Dirut Pupuk Indonesia Singkirkan Jonan dari Jabatan Menteri ESDM

Bisnis | Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:38 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×