Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Merosot Akibat Kekhawatiran Virus Corona

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 23 Januari 2020 | 10:10 WIB
Harga Minyak Dunia Merosot Akibat Kekhawatiran Virus Corona
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia jatuh lebih dari 2 persen pada Rabu (22/1/2020), karena kekhawatiran permintaan di tengah merebaknya virus corona di China yang melebihi kekhawatiran atas gangguan terhadap produksi minyak mentah Libya.

Mengutip Reuters, Kamis (23/1/2020) minyak mentah berjangka Brent dipasar internasional ditutup merosot 1,38 dolar AS, atau 2,1 persen menjadi 63,21 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 1,64 dolar AS atau 2,8 persen menjadi 56,74 dolar AS per barel.

Kepala IEA, Fatih Birol, memperkirakan pasar akan mengalami surplus sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada semester pertama tahun ini.

"Harga minyak tetap berat karena kekhawatiran kelebihan pasokan dan setelah Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz, tidak menawarkan sedikit pun optimisme bahwa pengurangan produksi OPEC + akan diperpanjang melampaui Maret," kata Edward Moya, analis OANDA di New York.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia belum bisa memastikan bahwa wabah pneumonia yang disebabkan oleh novel coronavirus (nCoV) atau virus Corona yang berasal dari China dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Woworuntu, M.Kes di Jakarta, Rabu, (22/1/2020).

"Kita tunggu pernyataan langsung WHO yang mengatakan bahwa sudah terjadi penyebaran manusia ke manusia," kata Wiendra.

Hingga saat ini, Wiendra mengaku pihak pemerintah Indonesia, utamanya Kemenkes RI belum mendapatkan pernyataan resmi dari Badan Kesehatan Dunia tersebut.

baca juga

Sebelumnya pihak otoritas kesehatan di China menyatakan bahwa pneumonia misterius yang disebabkan oleh virus korona ini dapat menyebar dari manusia ke manusia.

"Sudah pasti transmisi manusia ke manusia," ucap pernyataan otoritas kesehatan China yang dilansir oleh Suara.com darin CNN.

Di Jakarta sendiri, Kemenkes RI mengaku masih menunggu hasil rapat yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, yang dilakukan hari ini.

"Kami masih menunggu hari ini apakah virus korona masuk kategori emergency atau tidak dan memberi tahu apakah sudah ada transmisi manusia ke manusia. Tapi tanpa menunggu itu yang paling penting apakah negara kita siap? Kita siap," tambah Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid dalam acara yang sama.

Kementerian Kesehatan juga memastikan belum ada WNI yang terkonfirmasi terjangkit penyakit akibat virus korona ini. Virus sendiri sudah dinyatakan tersebar di beberapa negara seperti China, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Amerika Serikat dan diduga ada kasus di Australia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Jenis Fobia Cermin Kepribadian, Virus Corona Hantui Indonesia

Terpopuler: Jenis Fobia Cermin Kepribadian, Virus Corona Hantui Indonesia

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 10:07 WIB

Korban Tewas Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 17 Orang

Korban Tewas Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 17 Orang

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 10:02 WIB

WHO Tunda Deklarasi Virus Corona Kondisi Darurat Kesehatan Global, Mengapa?

WHO Tunda Deklarasi Virus Corona Kondisi Darurat Kesehatan Global, Mengapa?

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 09:41 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×