Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Ini Saran Pejabat Bank Dunia Supaya Ekonomi RI Terbang Tinggi

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Februari 2020 | 18:47 WIB
Ini Saran Pejabat Bank Dunia Supaya Ekonomi RI Terbang Tinggi
Mari Elka Pangestu itunjuk sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia. (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya mampu bertahan di angka 5,02 persen. Angka pertumbuhan tersebut tidak lebih baik, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 5,17 persen.

Ekonom senior yang siap menapaki karir baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu mengatakan angka pertumbuhan tersebut harus disyukuri ditengah-tengah perlambatan ekonomi global.

"Itu kan memang karena ada faktor-faktor eksternal maupun internal. Tapi kan intinya kurang lebih kita masih tumbuh lima persen. Jadi saya rasa kita harus bersyukur dalam keadaan ketidakpastian ini, bahwa kita bisa stabil lima persen. Jadi relatif kepada negara lain, sebenarnya kita masih dalam keadaan yang baik," kata Pangestu saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta pada Rabu (5/2/2020).

Mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan Pemerintah Indonesia untuk bisa menerbangkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, Pangestu mengemukakan sejumlah langkah..

"Memang PR kita bagaimana melakukan reformasi struktural di dalam negeri apakah itu pajak, investasi, termasuk juga untuk UMKM. Agar bisa menarik investor asing dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi itu PR nya sih," kata mantan Menteri Perdagangan era SBY ini.

"Semoga, kalau tahun ini bisa benar-benar terjadi, kita bisa mulai melihat investasi mengalir. Tetapi mungkin dampaknya baru mulai terasa tahun depan. Karena invetasikan perlu waktu untuk bisa akhirnya jadi pertumbuhan dan pekerjaan," katanya.

Dirinya juga memperkirakan pada kuartal 1 Tahun 2020, Ekonomi Indonesia masih sedikit melambat pertumbuhannya. Hal tersebut mengingat banyak faktor ketidakpastian ekonomi global seperti mewabahnya Virus Corona.

"Perlambatan tergantung dari stimulus fiskal, tergantung juga dari dampak corona virus, karena kelihatannya dampak yang sudah terasa itu kan ke pariwisata. Walaupun pariwisata dari presentase ke PDB kan tidak besar. Dia sekitar empat persen kalau hanya tourism, tapi kalau transportasi masuk itu kayaknya sekitar tujuh hingga delapan persen," ucapnya.

Meski begitu, Pangestu mengatakan yang justru menakutkan adanya dampak jika pertumbuhan Ekonomi Tiongkok turun. Karena setiap satu persen penurunan pertumbuhan Ekonomi Tiongkok itu menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 persen.

baca juga

"Menurut makro model yang pernah dilakukan hitung-hitungannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target, Bos BKPM Janji Tingkatkan Investasi

Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target, Bos BKPM Janji Tingkatkan Investasi

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 17:58 WIB

3 Alasan Mengapa Investor Harus Tanamkan Modalnya di Indonesia

3 Alasan Mengapa Investor Harus Tanamkan Modalnya di Indonesia

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 13:45 WIB

Ekonomi Indonesia Anjlok, Perang Dagang AS-China Dituding Biang Keroknya

Ekonomi Indonesia Anjlok, Perang Dagang AS-China Dituding Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 12:08 WIB

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:57 WIB

Terkini

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×