Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target, Bos BKPM Janji Tingkatkan Investasi

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Februari 2020 | 17:58 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target, Bos BKPM Janji Tingkatkan Investasi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan Ekonomi Indonesia sepanjang 2019 hanya tumbuh 5,02 persen. Angka tersebut jauh dari target APBN 2019 yang dipatok 5,3 persen.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku tak terkejut dengan data yang dirilis BPS tersebut.

"Apa yang dikeluarkan oleh BPS sudah kita ramalkan sejak awal dan lebih banyak kan kita masih mengandalkan sektor konsumsi ke depan harapan kita pertumbuhan ekonomi kita 5,3 sampai 5,5 persen dalam APBN," kata Bahlil saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta pada Rabu (5/2/2020).

Bahlil mengaku, untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi lagi merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Apalagi, kata dia, saat ini kondisi ekonomi baik domestik maupun global sedang kurang menguntungkan.

Sehingga, satu-satunya cara untuk dapat memompa pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi dengan meningkatkan realisasi investasi. Diakui Bahlil, saat ini banyak sekali realisasi investasi yang mandek di tengah jalan.

"Yang harus dilakukan sekarang adalah tugas kami bagaimana meningkatkan realisasi investasi, saat ini kan investasi kita Rp 809,6 triliun ke depan kita targetnya dikasih Bappenas Rp 886 triliun," paparnya.

Lantas apa yang dilakukan Bahlil untuk mengejar target realisasi investasi tersebut? Mantan pengusaha ini mengaku tengah mempersiapkan langkah-langkah komprehensif untuk mencapainya.

"Pertama adalah kita perbaiki regulasi, sentralisasi kemudian fiskal kita masukan semua di BKPM kemudian kita membuat satgas di lapangan terkait kendala lapangan, saya tadi katakan bahwa kendala lapangan juga salah satu handicap kenapa realiaasi Investasi itu lambat," kata Bahlil.

Hal yang lain, lanjut Bahlil, menciptakan investasi yang dapat mempekerjakan banyak orang, sehingga ekonomi dari kelas bawah bisa bergerak ke atas.

baca juga

"Bahwa tidak ada cara lain investasi yang masuk harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan karena di tengah ekonomi global yang belum ada tanda-tanda yang menggembirakan untuk kita maka kita harus genjot pertumbuhan ekonomi domestik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:57 WIB

Bos BKPM Ungkap Alasan RI Kalah 'Gercep' dari Vietnam Soal Gaet Investor

Bos BKPM Ungkap Alasan RI Kalah 'Gercep' dari Vietnam Soal Gaet Investor

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:42 WIB

Ditantang Sri Mulyani Ekonomi Jateng Tumbuh 7 Persen, Ini Strategi Ganjar

Ditantang Sri Mulyani Ekonomi Jateng Tumbuh 7 Persen, Ini Strategi Ganjar

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:32 WIB

Bahlil Ngaku Pernah Sebut OSS Seperti 'Jebakan Batman'

Bahlil Ngaku Pernah Sebut OSS Seperti 'Jebakan Batman'

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:24 WIB

Ekonomi RI Mandek di 5 Persen, Wamenkeu Ajak Kerja Tak Biasa

Ekonomi RI Mandek di 5 Persen, Wamenkeu Ajak Kerja Tak Biasa

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 12:40 WIB

Bos BKPM Janji Mundur Jika Peringkat Kemudahan Berusaha Tak Naik

Bos BKPM Janji Mundur Jika Peringkat Kemudahan Berusaha Tak Naik

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2020 | 16:12 WIB

Terkini

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

×