Program Optimalisasi Rawa Berefek Positif, Luas Sawah di Banjar Meningkat

Fabiola Febrinastri

Senin, 16 Maret 2020 | 11:01 WIB
Program Optimalisasi Rawa Berefek Positif, Luas Sawah di Banjar Meningkat
Ilustrasi luasan lahan sawah. (Dok : Kementan)

Suara.com - Program optimalisasi lahan rawa yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) mampu memberikan efek positif. Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), luasan sawah meningkat secara signifikan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura (TPH) Kabupaten Banjar, Muhamammad Fachry menerangkan, program optimalisasi lahan rawa ini mampu menambah pertambahan luas tanam padi di Banjar.

"Pada Desember dan Januari, luasannya lebih dari 14 ribu hektare, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya sekitar 2-3 ribu hektare. Ini artinya, terjadi kenaikan lima kali lipat," sebut Fachry, Kalsel, Minggu (15/3/2020).

Hal tersebut juga berkat tinginya semangat dan kesadaran petani untuk meningkatkan produksi padi melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP), khususnya di wilayah Kecamatan Beruntungbaru yang dipanen Maret, pada 12 desa seluas 2.375 hektare.

Syukuran panen padi di area persawahan program Serasi di Kecamatan Beruntungbaru dihelat di Desa Kampungbaru. Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Bahkan turut hadir didampingi Direktur Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Rahmanto, dan Bupati Banjar, H Khalilurrahman.

Tanaman padi di Beruntungbaru yang dikembangkan yakni varietas Ciherang. Hasilnya (ubinan) enam ton per hektare gabah kering panen (GKP) atau 5,178 ton per hektare gabah kering giling (GKG). 

Menurutnya, tak kurang dua ribu hektare lahan sawah di Beruntungbaru yang ditanami padi, seluruhnya berhasil dan siap dipanen. Pada Kamis (12/3/2020), seluas 500 hektare yang dipanen menggunakan dua unit combine harvester milik brigade alsintan Dinas TPH Banjar.

Fachry menuturkan, acara syukuran panen dibarengi pencanangan Gerakan Tanam Padi periode MK tahun 2020 dan peresmian Sentra pelayanan Pertanian Terpadu (SP3T) di Desa Salatmakmur.

Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Gapoktan Harapan Makmur dengan Bumdes Makmur Sejahtera, penandatanganan nota kesepahaman antara Gapoktan Harapan Makmur dengan lima Poktan di Kecamatan Beruntung Baru untuk pasokan gabah kering panen yang akan diolah, dan selanjutnya dikemas dengan masing-masing berat sesuai permintaan pasar.

baca juga

Rahmanto mengatakan, optimalisasi lahan rawa kini jawaban untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia agar terus terjaga di masa depan, terutama dengan terus meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kegiatan optimalisasi lahan rawa tidak hanya fokus pada pekerjaan kontruksi atau perbaikan jaringan irigasi dan pengolahan tanah di lahan rawa,” jata Rahmanto.

Namun, lanjutnya, lokasi-lokasi yang masuk ke wilayah optimalisasi lahan rawa akan mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian, seperti herbisida, dolomit, benih, pupuk hayati, ternak (itik), hortikultura, dan bantuan lainnya dari pemerintah.

Selain itu, program ini merupakan upaya peningkatan peran petani dan kelompok tani/gabungan kelompok tani, penumbuhan dan pengembangan kelompok tani untuk melaksanakan usaha tani, serta pengembangan kawasan dan/atau cluster berbasis korporasi petani.

Rahmanto menjelaskan, pembenahan sarana dan prasarana merupakan salah satu fokus program optimalisasi lahan rawa. Termasuk, pembenahan saluran air ke sawah.

“Sawah rawa itu, kalau kemarau kering dan jika musim hujan dia tergenang air,” katanya.

Program ini juga meliputi perbaikan lahan sawah rawa. Sistem tata air diatur, dan infrastruktur lain yang dibutuhkan akan dipenuhi seperti alat olah lahan, traktor roda dua, traktor roda empat.

"Dengan pengelolaan air yang lebih baik, harapannya, sawah rawa bisa digarap sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan. Dengan begitu, petani bisa tidak hanya menanam padi sekali dalam setahun, tetapi dua atau tiga kali setahun," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 16.220 Petani di Kabupaten Mukomuko akan Menerima Kartu Tani

Sebanyak 16.220 Petani di Kabupaten Mukomuko akan Menerima Kartu Tani

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2020 | 07:38 WIB

Pengelolaan Pupuk Subsidi, Pemerintah Gencarkan Penyebaran Kartu Tani

Pengelolaan Pupuk Subsidi, Pemerintah Gencarkan Penyebaran Kartu Tani

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2020 | 15:47 WIB

Petani di Kotamabagu Gunakan Kartu Tani untuk Tebus Pupuk

Petani di Kotamabagu Gunakan Kartu Tani untuk Tebus Pupuk

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2020 | 20:20 WIB

Bunga KUR Rendah, Kementan : Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Bunga KUR Rendah, Kementan : Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:22 WIB

Kementan Targetkan Semua Lahan di Bantaeng Masuk Asuransi Usaha Tani Padi

Kementan Targetkan Semua Lahan di Bantaeng Masuk Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2020 | 19:42 WIB

Kementan Berupaya Tingkatkan Serapan Kredit Usaha Rakyat Pertanian

Kementan Berupaya Tingkatkan Serapan Kredit Usaha Rakyat Pertanian

Bisnis | Senin, 09 Maret 2020 | 15:35 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×