Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Wabah Corona, Sri Mulyani: Resesi Kemungkinan Negatif Sampai Double Digit

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 25 Maret 2020 | 09:30 WIB
Wabah Corona, Sri Mulyani: Resesi Kemungkinan Negatif Sampai Double Digit
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hasil pertemuan virtual Menteri Keuangan dan Gubernur Sentral negara anggota G20 melalui video conference di Jakarta pada Selasa (24/3/2020).

Kondisi negara-negara G20 kurang lebih mengalami hal yang sama dalam mengatasi dampak pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19, yaitu dengan memberikan stimulus tidak konvensional untuk kesehatan dan ekonomi dalam meningkatkan produksi pada industri.

"Semua negara, sekarang melakukan tindakan-tindakan yang tidak konvensional dan menggunakan seluruh instrumennya dan resources-nya untuk menjaga keamanan masyarakatnya. Masalah kesehatan adalah prioritas. Sama seperti Indonesia. Presiden menegaskan semua instrumen, terutama fiskal baik pusat dan daerah sekarang fokusnya adalah masalah kesehatan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan," jelasnya.

Sri mengambil contoh Jepang, yang kebijakan fiskalnya menaikkan unemployment benefit dan kredit untuk menormalkan industrinya.

"Akibat Corona, resesi kemungkinan negatif sampai double digit. Artinya, resesinya dalam sekali. Mereka konsolidasi untuk memperbaiki, respon mereka dari sisi kesehatan dan ekonomi. Dari sisi fiskal, mereka melakukan kenaikan unemployment benefit dan kredit untuk bisa mengembalikan sektor produksinya," katanya.

Kedua, Sri mengatakan semua negara menggunakan semua instrumen konvensional dan non konvensionalnya baik fiskal maupun moneter untuk meningkatkan social safety net/Jaring Pengaman Sosial. Saat ini JPS tidak hanya untuk kelompok miskin, tetapi juga kelompok yang terancam PHK dan menolong dunia usahanya agar tidak terhenti.

Dia mencontohkan Inggris yang memberikan bantuan tunai, relaksasi pajak dan subsidi upah bagi warga negaranya yang di-PHK atau dikurangi jam kerjanya.

"UK mengeluarkan empat persen GDP fiskal stimulus termasuk memberikan cash grant, tax relief dan subsidi upah bagi mereka yang mengalami PHK atau pengurangan jam kerja," paparnya.

Kemudian Eropa (European Central Bank/ECB) akan menambahkan respon expenditure 1,5 persen dari GDP dan 10% dari GDP dalam bentuk liquidity support (dana cair).

baca juga

Menurut ECB, jika di Eropa dilakukan lockdown, tiap 4 minggu, mereka akan turun pertumbuhannya 2 persen atau pasti terjadi resesi.

Ketiga, melakukan unconventional intervention di sektor riil seperti Amerika bail out pada sektor airline, di Indonesia memberi relaksasi perpajakan, di negara lain ada yang extension memberi credit facility perusahaan, ada yang membeli surat berharga, surat utangnya perusahaan sektor-sektor tertentu.

Semua dilakukan dengan kombinasi kebijakan dan negara-negara G20 saling membandingkan apa yang telah dilakukan mereka sesuai catatan mereka.

Negara-negara G20 juga berkomitmen untuk bekerjasama menanggulangi krisis pandemi COVID-19 untuk riset bersama mencari antivirus COVID-19 dengan cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corona Hantam Perekonomian RI, APBN Bakal Dirombak Besar-besaran

Corona Hantam Perekonomian RI, APBN Bakal Dirombak Besar-besaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:41 WIB

Korban PHK Bakal Dapat Rp 1 Juta Selama 3 Bulan

Korban PHK Bakal Dapat Rp 1 Juta Selama 3 Bulan

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2020 | 20:18 WIB

IMF Sebut Resesi Global Akan Terjadi pada 2020 Akibat Corona

IMF Sebut Resesi Global Akan Terjadi pada 2020 Akibat Corona

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2020 | 08:23 WIB

Wabah Corona, Mall di Jakarta Tutup Tenant Hingga Batasi Jam Kunjungan

Wabah Corona, Mall di Jakarta Tutup Tenant Hingga Batasi Jam Kunjungan

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2020 | 20:23 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Jika Lockdown Benar-benar Diterapkan

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Jika Lockdown Benar-benar Diterapkan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2020 | 07:40 WIB

Sri Mulyani Sebut Direalokasi Anggaran Belanja Demi Lawan Virus Corona

Sri Mulyani Sebut Direalokasi Anggaran Belanja Demi Lawan Virus Corona

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2020 | 22:36 WIB

Sri Mulyani Berharap Ekonomi Indonesia Tumbuh Usai Dihantam Corona

Sri Mulyani Berharap Ekonomi Indonesia Tumbuh Usai Dihantam Corona

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:19 WIB

Terkini

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah

3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:35 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB