Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

APBN Bakal Tekor karena Corona, Sri Mulyani Siapkan Jurus Relaksasi

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:57 WIB
APBN Bakal Tekor karena Corona, Sri Mulyani Siapkan Jurus Relaksasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan dampak penyebaran virus corona (Covid-19) ditambah ketidakpastian global membuat tekor alias defisit APBN melebar ke level 2,2 hingga 2,5 persen dari target yang ditetapkan sebesar 1,76 persen.

Jika situasi penyebaran virus corona makin memburuk, tekor APBN bisa sampai ambang batas yang ditetapkan dalam UUD yakni 3 persen. Lantas bagaimana mengantisipasi hal tersebut?

"Apabila defisit di atas 3 persen maka kita lakukan relaksasi dalam batasan defisit. Ini yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam meminimalkan dampak," kata Sri Mulyani dalam video teleconference di Jakarta, Kamis (27/3/2020) malam.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang sejumlah stimulus fiskal yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam menghadapi dampak penyebaran virus corona, secara tidak langsung juga mempengaruhi kinerja APBN sendiri.

Namun, kata dia, seluruh stimulus tersebut semata-mata untuk meredam dampak yang jauh lebih dalam lagi dari pendemi virus corona.

"Kita memfinalkan paket yang sudah disampaikan kementerian dan pemda untuk memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat termasuk paket ketiga atau paket keseluruhan untuk bisa mendukung penanganan covid-19," katanya.

Selain itu paket stimulus ini juga untuk melindungi masyarakat miskin dan masyarakat yang terancam dari masalah PHK dan ternacam sumber nafkah karena adanya pengurangan aktivitas masyarakat dengan social distancing dan penurunan mobilitas masyarakat.

"Kita sedang lakukan formulasi untuk dukung kelompok itu. Sebentar lagi disampaikan di sidang kabinet. Dan ini tentu menambah defisit APBN," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat

Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:50 WIB

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:46 WIB

COVID-19 Belum Berlalu, Ford Bakal Buka Gembok Pabriknya

COVID-19 Belum Berlalu, Ford Bakal Buka Gembok Pabriknya

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:40 WIB

Pemkab Maybrat Papua Barat Gelar Ritual Adat untuk Mengusir Virus Corona

Pemkab Maybrat Papua Barat Gelar Ritual Adat untuk Mengusir Virus Corona

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:39 WIB

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:34 WIB

Amerika Serikat Peringkat 1 Kasus Corona, Indonesia diminta Belajar

Amerika Serikat Peringkat 1 Kasus Corona, Indonesia diminta Belajar

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:48 WIB

Demi Lawan Pandemi COVID-19, Tencent Donasi Rp 1,6 Triliun

Demi Lawan Pandemi COVID-19, Tencent Donasi Rp 1,6 Triliun

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB