Indef: Penjualan Daring Bisa Menahan Penurunan Ekonomi Lebih Dalam

Chandra Iswinarno

Sabtu, 11 April 2020 | 04:30 WIB
Indef: Penjualan Daring Bisa Menahan Penurunan Ekonomi Lebih Dalam
Peneliti Indef Rusli Abdullah. [Antara]

Suara.com - Layanan aplikasi belanja daring disebut dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam saat terjadinya pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan peneliti lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah seperti dilansir Antara pada Jumat (10/4/2020).

"Ekonomi diprediksi memang bakal turun akibat Covid-19, namun penjualan daring setidaknya dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam," ujar Rusli.

Ia menambahkan masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhannya melalui daring, sehingga konsumsi masyarakat relatif terjaga meski tidak sebesar situasi normal sebelum terjadinya wabah Covid-19. Rusli juga mengemukakan, di sisi lain, belanja melalui daring juga mengurangi risiko penyebaran Covid-19 lebih luas.

"Belanja online dapat mengurangi interaksi, sehingga penyebaran wabah dapat lebih terkendali," ucapnya.

Meski begitu, Rusli berharap perusahaan-perusahaan yang menjajakan barang via daring dapat menyerap produk-produk yang ada di pasar tradisional agar keberadaannya tidak tergerus.

"Bisa ambil barang dari pasar tradisional, jadi enggak mati mereka," ucapnya.

Dengan begitu, menurut Rusli, pelaku usaha di pasar tradisional juga dapat merasakan manfaat teknologi di tengah perlambatan aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Pemerintah dapat mendorong perusahaan startup untuk aktif mendaftarkan pedagang tradisional agar masuk dalam daftar. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari pedagang-pedagang kecil," katanya.

baca juga

Di tengah pandemi ini, Rusli berharap pedagang daring tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengimbau pedagang daring untuk tidak memanfaatkan situasi di tengah Covid-19 dan tetap melayani konsumen dengan baik.

"Tetap melayani masyarakat dengan baik, jangan memanfaatkan kondisi Covid-19 yang dapat merugikan konsumen," kata Suhanto.

Selain itu, dia meminta pedagang online tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan senantiasa menjaga kesehatan kerja serta menjaga jarak aman. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indef: Belanja Online Bisa Tahan Penurunan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19

Indef: Belanja Online Bisa Tahan Penurunan Ekonomi Akibat Wabah Covid-19

Tekno | Jum'at, 10 April 2020 | 22:19 WIB

Covid-19 Berhasil Ubah Cara Belanja Masyarakat Jadi Lebih Cepat

Covid-19 Berhasil Ubah Cara Belanja Masyarakat Jadi Lebih Cepat

Bisnis | Kamis, 09 April 2020 | 08:08 WIB

Pengamat: Situasi Sulit karena Corona Bisa Memicu Kejahatan dan Terorisme

Pengamat: Situasi Sulit karena Corona Bisa Memicu Kejahatan dan Terorisme

News | Selasa, 07 April 2020 | 13:12 WIB

Krisis Ekonomi Akibat Virus Corona Lebih Parah dari Tahun 2008

Krisis Ekonomi Akibat Virus Corona Lebih Parah dari Tahun 2008

News | Senin, 06 April 2020 | 17:27 WIB

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira: Ada Perppu, Artinya Krisis Cukup Gawat

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira: Ada Perppu, Artinya Krisis Cukup Gawat

wawancara | Senin, 06 April 2020 | 06:55 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×