Data BPS: Ekspor Indonesia Ternyata Masih Besar di Tengah Pandemi Corona

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 April 2020 | 14:11 WIB
Data BPS: Ekspor Indonesia Ternyata Masih Besar di Tengah Pandemi Corona
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kinerja neraca perdagangan yang apik sepanjang 3 bulan pertama tahun 2020, meski di bayangi pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, sepanjang 3 bulan pertama neraca dagang Indonesia mengalami surplus sebesar 2,62 miliar dolar AS.

Surplus tersebut diperoleh karena ekspor sepanjang Januari hingga Maret 2020 sebesar 41,79 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan impor sebesar 39,17 miliar dolar AS.

"Artinya selama Januari-Maret 2020 ini ternyata ekspor kita masih meningkat sebesar 2,91 persen kalau kita bandingkan dengan posisi tahun 2019," kata Kecuk sapaan akrabnya dalam konferensi pers melalui video conference di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Suhariyanto menambahkan, surplus di awal tahun ini lebih baik dibandingkan dengan kondisi neraca perdagangan periode yang sama tahun lalu.

Pada kuartal I-2019, Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar 62,8 juta dolar AS.

"Tentu angka ini juga menggembirakan di tengah situasi yang tidak menentu. Tetapi kita juga perlu mewaspadai komposisi impor kita," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, (15/4).

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2020 naik 10,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 16,23 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,33 persen.

"Kalau kita lihat komposisinya tidak berubah bahwa ekspor terbesar kita masih didominasi oleh bahan bakar mineral yang porsinya sebesar 13,87 persen kemudian diikuti oleh non migas sebesar 12,1 persen, jadi ini juga menyatakan bahwa selama triwulan 1 2020 ekspor kita ternyata masih mengalami peningkatan sebesar 2,91 persen dibanding triwulan 1 2019," paparnya.

baca juga

Sementara dari sisi impor pada periode Januari hingga Maret 2020, impor bahan baku atau penolong turun 2,82 persen menjadi 26,69 miliar dolar AS. Sedangkan, impor barang modal juga mengalami penurunan sebesar 13,07 persen menjadi 5,86 miliar dolar AS.

"Impor bahan baku mengalami penurunan, impor barang modal juga mengalami penurunan yang kemungkinan besar akan berpengaruh kepada pergerakan sektor industri, perdagangan, PMTB dan investasi," ungkapnya.

Sementara total, impor Januari sampai dengan Maret 2020 sebesar 39,17 dolar AS miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,69 persen jika dibandingkan kuartal I-2019 sebesar 40,67 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 13:42 WIB

Bea Cukai Permudah Ekspor Impor Barang Curah di Tengah Pandemi Covid-19

Bea Cukai Permudah Ekspor Impor Barang Curah di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Jum'at, 10 April 2020 | 11:04 WIB

Dihantam Corona, Wisman Asal China Nyaris Tak Ada yang ke Indonesia

Dihantam Corona, Wisman Asal China Nyaris Tak Ada yang ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 15:29 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×