Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 26 April 2020 | 18:30 WIB
Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia
Ilustrasi pekerja tuntut penolakan PHK.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi jumlah lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia akan semakin banyak karena dampak negatif merebaknya virus corona atau Covid-19 terhadap perekonomian.

"Jumlah PHK terus meningkat, kelihatannya ekonomi akan tumbuh sangat rendah, kalau tumbuh 2,5 persen sudah jutaan (jumlah yang kena PHK). Ini rilis triwulan pertama saja belum, ini gambaran keparahan," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Apalagi saat ini kata Eko penanganan virus corona yang dilakukan oleh pemerintah tak begitu beres, sehingga mampu menimbulkan konflik sosial ditengah-tengah masyarakat.

"Konflik sosial di masyarakat bawah, misalnya sudah di data tapi tak dapat. Kalau sampai menimbulkan demo, PSBB gagal, orang jadi berkumpul lagi, pemerintah harus segera mencari solusi. Probelm tidak sekedar bagaimana uangnya ada, tapi distribusinya juga," kata Eko.

Tak hanya itu Eko juga meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem jaring pengaman sosial yang ia mulai saat ini masih banyak masalah dalam membantu masyarakat terdampak virus corona.

"Eksekusi di lapangan, aturan mengharuskan tidak PHK. Maksudnya supaya tidak double, tapi problem di lapangan tidak clear. Kita tak mau situasi tambah buruk bukan karena enggak punya duit, tapi distribusinya. Petunjuk teknis yang belum jelas di Kementerian, jaring pengaman sosial perlu diperbaiki," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, pandemi virus corona bisa membuat angka pengangguran di Indonesia meningkat hingga 5 juta orang.

"Kalau pertumbuhan ekonomi seluruh tahun 2020 pada kisaran 2,3 persen. Dampaknya ke kemiskinan dan pengangguran. Dampak berat 2,9 juta pengangguran. Sangat berat bisa sampai lebih dari 5 juta orang," kata Febrio dalam video teleconference di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Febrio menjelaskan dampak 5 juta pengangguran tersebut didapat jika situasi pandemi Virus Corona berlangsung cukup lama dan membuat kondisi perekonomian makin memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Corona: Pekerjaan Melayang, Jono Menggelandang dan Tidur di Jalan

Dampak Corona: Pekerjaan Melayang, Jono Menggelandang dan Tidur di Jalan

News | Sabtu, 25 April 2020 | 00:04 WIB

Viral Foto Satpam Tua Korban PHK, Mudik Naik Sepeda Ratusan Kilometer

Viral Foto Satpam Tua Korban PHK, Mudik Naik Sepeda Ratusan Kilometer

News | Jum'at, 24 April 2020 | 18:29 WIB

Ya Allah! 449 Ribu Pekerja di Jakarta Dirumahkan karena Corona

Ya Allah! 449 Ribu Pekerja di Jakarta Dirumahkan karena Corona

News | Senin, 20 April 2020 | 03:05 WIB

Terkini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB