Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 26 April 2020 | 18:30 WIB
Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia
Ilustrasi pekerja tuntut penolakan PHK.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi jumlah lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia akan semakin banyak karena dampak negatif merebaknya virus corona atau Covid-19 terhadap perekonomian.

"Jumlah PHK terus meningkat, kelihatannya ekonomi akan tumbuh sangat rendah, kalau tumbuh 2,5 persen sudah jutaan (jumlah yang kena PHK). Ini rilis triwulan pertama saja belum, ini gambaran keparahan," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Apalagi saat ini kata Eko penanganan virus corona yang dilakukan oleh pemerintah tak begitu beres, sehingga mampu menimbulkan konflik sosial ditengah-tengah masyarakat.

"Konflik sosial di masyarakat bawah, misalnya sudah di data tapi tak dapat. Kalau sampai menimbulkan demo, PSBB gagal, orang jadi berkumpul lagi, pemerintah harus segera mencari solusi. Probelm tidak sekedar bagaimana uangnya ada, tapi distribusinya juga," kata Eko.

Tak hanya itu Eko juga meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem jaring pengaman sosial yang ia mulai saat ini masih banyak masalah dalam membantu masyarakat terdampak virus corona.

"Eksekusi di lapangan, aturan mengharuskan tidak PHK. Maksudnya supaya tidak double, tapi problem di lapangan tidak clear. Kita tak mau situasi tambah buruk bukan karena enggak punya duit, tapi distribusinya. Petunjuk teknis yang belum jelas di Kementerian, jaring pengaman sosial perlu diperbaiki," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, pandemi virus corona bisa membuat angka pengangguran di Indonesia meningkat hingga 5 juta orang.

"Kalau pertumbuhan ekonomi seluruh tahun 2020 pada kisaran 2,3 persen. Dampaknya ke kemiskinan dan pengangguran. Dampak berat 2,9 juta pengangguran. Sangat berat bisa sampai lebih dari 5 juta orang," kata Febrio dalam video teleconference di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Febrio menjelaskan dampak 5 juta pengangguran tersebut didapat jika situasi pandemi Virus Corona berlangsung cukup lama dan membuat kondisi perekonomian makin memburuk.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Corona: Pekerjaan Melayang, Jono Menggelandang dan Tidur di Jalan

Dampak Corona: Pekerjaan Melayang, Jono Menggelandang dan Tidur di Jalan

News | Sabtu, 25 April 2020 | 00:04 WIB

Viral Foto Satpam Tua Korban PHK, Mudik Naik Sepeda Ratusan Kilometer

Viral Foto Satpam Tua Korban PHK, Mudik Naik Sepeda Ratusan Kilometer

News | Jum'at, 24 April 2020 | 18:29 WIB

Ya Allah! 449 Ribu Pekerja di Jakarta Dirumahkan karena Corona

Ya Allah! 449 Ribu Pekerja di Jakarta Dirumahkan karena Corona

News | Senin, 20 April 2020 | 03:05 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×