Kopi Sarongge dan Petani di Masa Pandemi

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 14 Mei 2020 | 19:35 WIB
Kopi Sarongge dan Petani di Masa Pandemi
Petani kopi Sarongge (ist)
Biji kopi hasil para petani Sarongge (ist)
Biji kopi hasil para petani Sarongge (dok. Tosca Santoso)

Dan sawah super luas di tempat terpencil itu, punya kelemahan praktis : tidak ada petani yang kerja di sana. Cerita gagalnya sawah sejuta hektar di Kalteng, danfood estate di Merauke, membuktikan hal itu. Sawah adalah kerja manusia. Letaknya harus dekat dengan tempat tinggal mereka. Tak ada sawah tanpa manusia.

Memperbaiki sawah yang rusak di Jawa, Bali dan Sumatera, adalah langkah efektif untuk naikkan lagi produksi beras. Memperluas perhutanan sosial di Jawa dan Sumatera, dapat signifikan menambah produksi pangan. Tak hanya beras. Tetapi juga singkong, jagung, ubi, sorgum. Sagu dapat digalakkan di hutan-hutan adat, oleh masyarakat Indonesia Timur.

Sesungguhnya, daripada berpikir tentang food estate yang mengandalkan pemodal besar -- yang besar juga daya rusaknya pada hutan -- Pemerintahan Jokowi lebih baik melanjutkan gagasan perhutanan sosial. Ini akan melibatkan belasan juta keluarga tani. Ekonomi mereka bergerak, dan pasok pangan lebih terjamin. Percayakan kepastian pangan kita pada orang banyak. Jutaan petanilebih baik, ketimbang lima-enam investor kakap yang mementingkan ambil kayu hutan ketimbangmemastikan pasok pangan.

Di Jawa, tantangan terbesar perluasan perhutanan sosial adalah keengganan Perhutani. Meski sekarang, BUMNyang dipercaya mengelola 2,5 juta ha hutan di Jawa itu,telah menunjuk direktur khusus di bidang perhutanan sosial, pandangannya tentang hutan dan petani, belum banyak berubah. Hutan milik mereka. Petani hanya numpang. PHBM, pengelolaan hutan bersama masyarakat, sudah lama punya konotasi demikian. Hubungan yang timpang antara pemilik dan petani yang menumpang pakai lahan.

Perkebunan kopi Sarongge (dok. Tosca Santoso)
Perkebunan kopi Sarongge (dok. Tosca Santoso)

Sedangkan dalam perhutanan sosial, hubungan dibuat setara. Perhutani dan petani adalah partner. Karenanya hak dan kewajiban ditulis terang. Izin tertera 35 tahun. Hubungannya bukan lagi patron-klien. Perlu kerelaan Perhutani melepas previlegenya sebagai patron. Hubungan baru itu, sesungguhnya dapat lebih produktif untuk keduanya. Petani lebih tenang berproduksi, karena jaminan legal jangka panjang. Perhutani dapat berlaku sebagai offtaker atas produk-produk mereka.

Pandemi ini memberi bukti. Petani adalah golongan yang mengambil risiko dengan tetap bekerja, ketika banyak orang memilih diam di rumah. Presiden bahkan tanpa sungkan meminta petani tetap menanam, mengantisipasi kekurangan pangan setelah kemarau nanti. Jadi sewajarnya, para petani itu didukung. Beri kepastian lahan yang masif lewat perhutanan sosial. Dukung sarana kerja dengan skema kredit yang ramah petani. Dan tak kurang pentingnya, dukungan denganmembuka pasar.

Di Sarongge, saya belajar banyak. Bukan hanya tentang reforestasi dan kopi. Tetapi juga hidup petani, yang pada umumnya di sana berarti bertani sayur. “Bertani itu 4-1. Empat kali rugi, sekali untung,” kata tetangga saya. Harga begitu fluktuatif. Pasar tanpa kompromi. Peluang mendapat harga bagus itu hanya sekali dari lima kali panen. Toh mereka terus menanam. Tanpa bantalan harga yang bisa diharapkan.

Jadi sekali ini, ketika pandemi mereda, tak berlebihan kalau pemerintah memberi penghargaan pada petani. Dalam wujud kebijakan yang mendukung petani kita.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Lahirnya Kopi Sarongge, Produk Unggulan Asal Cianjur

Kisah Lahirnya Kopi Sarongge, Produk Unggulan Asal Cianjur

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2020 | 18:50 WIB

Kopi Sarongge dan Kisah Petani Kembalikan Hutan

Kopi Sarongge dan Kisah Petani Kembalikan Hutan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2020 | 19:22 WIB

Kalahkan Harga Ayam, Harga Jengkol Meroket di Pasar Tradisional Cianjur

Kalahkan Harga Ayam, Harga Jengkol Meroket di Pasar Tradisional Cianjur

Jabar | Jum'at, 08 Mei 2020 | 02:30 WIB

Kecelakaan Laut di Perairan Cianjur, Galang Ditemukan Tak Bernyawa di Garut

Kecelakaan Laut di Perairan Cianjur, Galang Ditemukan Tak Bernyawa di Garut

Jabar | Kamis, 07 Mei 2020 | 01:05 WIB

Jenazah Diantar Cuma Sampai Gang, PDP Terpaksa Dimakamkan Warga Tanpa APD

Jenazah Diantar Cuma Sampai Gang, PDP Terpaksa Dimakamkan Warga Tanpa APD

Jabar | Rabu, 06 Mei 2020 | 20:27 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×