Defisit Makin Membengkak, Hipmi Pertanyakan Kredibilitas Sri Mulyani

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 19 Mei 2020 | 16:47 WIB
Defisit Makin Membengkak, Hipmi Pertanyakan Kredibilitas Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipertanyakan kredibiltasnya karena harus merevisi dua kali target asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020, akibat pandemi virus corona atau Covid-19, hanya hitungan hari.

Dalam konfrensi pers secara virtual pada Senin kemarin (18/5/2020), Sri Mulyani mengatakan pemerintah merevisi kembali target asumsi makro 2020. Dalam target terbaru, sorotan tertuju pada soal defisit anggaran yang diperkirakan akan melebar melebihi 6,27 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Ajib Hamdani mengatakan, perubahan defisit dalam postur APBN oleh pemerintah, tentunya karena pemerintah bisa mengeksploitasi kewenangan yang diberikan. Hal tersebut sesuai dengan aturan Perppu Nomor 1 tahun 2020 yang diketok palu dan disetujui oleh DPR RI pada tanggal 12 Mei 2020 lalu.

Dalam aturan tersebut, pemerintah mempunyai kewenangan mendesain APBN defisit selama tiga tahun ke depan, di atas 3 persen, sesuai dengan kebutuhan, tanpa persetujuan DPR.

"Dalam konteks perubahan-perubahan angka defisit, bukan tentang salah dan benar,yang menjadi polemik, karena kita seluruh rakyat Indonesia (melalui perwakilan di DPR RI) memberikan kewenangan penuh, ibaratnya memberikan gembok dan kuncinya, kepada Pemerintah," kata Ajib dalam keterangan persnya, Selasa (19/5/2020).

Untuk selanjutnya, kata dia, yang perlu dikritisi dan cermati secara konstruktif adalah konteks kredibilitas dan akuntabilitas.

"Kredibilitas adalah kualitas dan kapabilitas untuk bisa dipercaya, yang memerlukan alat ukur. Sayangnya, dalam hitungan hari, pemerintah merevisi sendiri postur dan kedalaman tingkat hutangnya ketika dibandingkan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2020. Perbedaan selisih Rp 175,6 Triliun atau setara dengan defisit tambahan 1,2 persen PDB adalah angka yang cukup signifikan," kata Ajib.

Dari sisi akuntabilitas pertanggungjawaban atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan APBN ini harus dilaksanakan oleh pemerintah kepada rakyat.

Secara filosofis, rakyat, sebagai pembayar pajak, yang akan mengukur tingkat akuntabilitas pemerintah. Ini adalah bentuk akuntabilitas vertikal, dari pemerintah untuk rakyatnya.

baca juga

"Sampai akhir tahun ini, rakyat akan melihat, seberapa kredibel dan seberapa akuntabel pemerintah dalam mengelola APBN, setelah dipersenjatai dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Asumsi Makro 2020 Berantakan Akibat Covid, Tekor Anggaran Membengkak

Target Asumsi Makro 2020 Berantakan Akibat Covid, Tekor Anggaran Membengkak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2020 | 17:48 WIB

Tahun 2021, Anggaran Negara Diprediksi Tekor Hingga 4,17 Persen

Tahun 2021, Anggaran Negara Diprediksi Tekor Hingga 4,17 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2020 | 18:17 WIB

Anggaran Pas-pasan, Sri Mulyani Siapkan Lima Jurus Pembiayaan APBN 2020

Anggaran Pas-pasan, Sri Mulyani Siapkan Lima Jurus Pembiayaan APBN 2020

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2020 | 17:33 WIB

Jika Harga Minyak Terus Anjlok, Defisit APBN Tambah Rp 12,2 Triliun

Jika Harga Minyak Terus Anjlok, Defisit APBN Tambah Rp 12,2 Triliun

Bisnis | Rabu, 22 April 2020 | 10:46 WIB

Anggaran Rp 405 Triliun Tak Akan Cukup Jika Corona Terus Menyebar

Anggaran Rp 405 Triliun Tak Akan Cukup Jika Corona Terus Menyebar

Bisnis | Senin, 20 April 2020 | 13:01 WIB

Terkini

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:46 WIB

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:36 WIB

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

×