Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penyimpanan Minyak Terapung Capai Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Bangun Santoso | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 09:25 WIB
Penyimpanan Minyak Terapung Capai Rekor Tertinggi Dalam Sejarah
Ilustrasi: Kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Lloyd’s List Inteligent melaporkan penyimpanan minyak terapung mencapai rekor tertinggi dalam sejarah saat ini. Karena lebih dari 275 juta barel minyak yang dilacak oleh Lloyd’s List Intelligence terdapat pada 239 kapal tanker yang berlabuh selama lebih dari 20 hari.

"Penyimpanan minyak dalam volume terbesar dalam sejarah akibat tingginya produksi minyak dan penurunan konsumsi minyak mengakibatkan pendapatan 2,800 kapal tanker terbesar pengangkut sekitar 3.2 miliar ton minyak mentah per tahun terjaga dari penurunan pendapatan dan permintaan," demikian ditulis Market Editor Lloyd’s List, Michelle Wiese dari London seperti dikutip Suara.com, Jumat (5/6/2020).

Penyimpanan minyak terapung melonjak ke puncak baru, walau permintaan minyak meningkat kembali dengan muatan minyak mentah dari Venezuela dan Amerika Serikat yang tidak terjual mengapung di Afrika Selatan dan Singapura yang semakin menambah gangguan pasar.

Menurut Wiese, angka penyimpanagan minyak tersebut berkurang menjadi 207,7 juta barel setelah tonase yang dikuasai atau dimiliki Iran dihapus karena tidak dapat diperdagangkan, dan dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat secara sepihak. Angka tersebut mencakup tanker jenis Long Range (LR) dan Suezmax, serta kapal VLCC (Very Large Crude Carrier).

Adapun, minyak yang terapung itu terdiri dari 32,6 juta barel adalah produk olahan dalam penyimpanan seperti bensin, diesel atau bahan bakar jet, sementara sisanya adalah minyak mentah, kondensat atau bahan bakar.

Kendati begitu, permintaan untuk kapal tanker saat ini masih ada, walau ada pemotongan ekspor minyak mentah selama bulan Mei dan Juni.

Meskipun harga minyak mentah telah kembali naik, tetapi hal tersebut belum meredakan gangguan pasar sehingga membuat penimbunan minyak di darat meningkat drastis dan menimbulkan penundaan pembongkaran muatan, yang lagi-lagi meningkatkan volume minyak yang harus ditampung di kapal tanker minyak.

Banyaknya minyak terapung membuat tersendatnya logistik terbesar wilayah Asia, di mana 51 juta barel dilacak dalam kapal tanker minyak yang berlabuh di luar perairan Singapura dan Malaysia.

Selain dari itu, berdasarkan data Lloyd’s List Intelligence, sekitar 19,2 juta barel berada di lepas pantai Afrika Barat. Dari jumlah tersebut, 26 dari 34 kapal tanker yang terlacak sedang mengangkut produk olahan minyak.

Salah satu daerah yang paling meningkat pesat dalam penyimpanan minyak terapung saat ini berada di Teluk Saldanha di Amerika Selatan, yang sebentar lagi akan menyusul penundaan bongkar muatan di pelabuhan di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara selama beberapa minggu terakhir.

Berdasarkan pelacakan kapal, setidaknya lima tanker bermuatan minyak dari Amerika Selatan yang mengapung di lepas pantai Afrika Selatan - walaupun terdapat penyimpanan berbasis darat. Selain dari itu masih ada kapal-kapal lainnya bermuatan minyak berasal dari Venezuela dan negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria, Kongo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab dan Rusia Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Terus Naik

Arab dan Rusia Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2020 | 07:19 WIB

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Dekati 40 Dolar AS per Barel

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Dekati 40 Dolar AS per Barel

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2020 | 06:56 WIB

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 07:05 WIB

Amerika Serikat dan China Bersitegang, Harga Minyak Dunia Beda Arah

Amerika Serikat dan China Bersitegang, Harga Minyak Dunia Beda Arah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 07:15 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket Hingga 2 Persen

Harga Minyak Dunia Meroket Hingga 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2020 | 07:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Jelang Pertemuan OPEC

Harga Minyak Dunia Turun Jelang Pertemuan OPEC

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2020 | 07:02 WIB

Pasokan Mulai Berkurang, Harga Minyak Dunia Terus Naik

Pasokan Mulai Berkurang, Harga Minyak Dunia Terus Naik

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2020 | 07:30 WIB

Terkini

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 21:51 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB