Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Putar Roda Ekonomi, Jokowi Minta Masyarakat Belanja Produk Dalam Negeri

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:55 WIB
Putar Roda Ekonomi, Jokowi Minta Masyarakat Belanja Produk Dalam Negeri
Jokowi pakai baju adat Suku Rote dari NTT. (Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan dan membeli produk dalam negeri. Menurutnya, masyarakat harus bangga terhadap produk yang diciptakan oleh anak bangsa.

"Kita harus bangga terhadap produk Indonesia. Kita harus membeli produk dalam negeri," ujar Jokowi dalam sidang tahunan, di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meski tengah memajukan ekonomi, tetapi nilai ideologi bangsa lewat produk dalam negeri tak bisa ditinggalkan.

"Ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipertukarkan dengan kemajuan ekonomi," jelas dia.

Jokowi menambahkan, kemajuan ekonomi Indonesia juga nantinya tak lepas dari nilai-nilai Pancasila.

"Kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa," ucap dia.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan produk buatan dalam negeri harus menjadi menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengemukakan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga dengan hasil karya sendiri.

"Produk-produk ini harus menjadi kebanggaan kita, menumbuhkan kepercayaan diri kita sebagai sebuah bangsa. Bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap hasil karya bangsanya sendiri, bangsa yang bangga pada kreativitas dan inovasi," ujar Jokowi.

baca juga

Jokowi mencontohkan produk yang berhasil dikembangkan di Indonesia dalam mempercepat penanganan Covid-19 yakni mengembangkan test kit PCR, rapid diagnostic test (RDT), ventilator dan mobile biosafety level (bsl) 2.

Ia berharap produk-produk tersebut bisa segera diproduksi akhir Mei 2020.

"Kita telah berhasil mengembangkan PCR test kit, rapid diagnostic test atau rdt kemudian ventilator dan mobile bsl 2. Dan kita harapkan ini pada akhir Mei ini semua inovasi-inovasi tersebut sudah bisa diproduksi secara massal sehingga kita tidak tergantung lagi pada produk-produk impor dari negara lain," tutur Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menuturkan, selain di bidang kesehatan, banyak produk-produk Indonesia yang bisa dibanggakan dan tak kalah dengan produk negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Mau Sudahi Aturan Tumpang Tindih

Jokowi Mau Sudahi Aturan Tumpang Tindih

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:46 WIB

Jokowi Sebut 4 Lembaga Ini Kinerjanya Tak Terganggu Corona

Jokowi Sebut 4 Lembaga Ini Kinerjanya Tak Terganggu Corona

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:33 WIB

Jokowi: Pemerintah Tak Pernah Main Main Dalam Pemberantasan Korupsi

Jokowi: Pemerintah Tak Pernah Main Main Dalam Pemberantasan Korupsi

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 12:44 WIB

Terkini

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB