Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Dilakukan untuk Menunjang Pertanian

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 26 September 2020 | 14:02 WIB
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Dilakukan untuk Menunjang Pertanian
Ilustrasi saluran irigasi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dilakukan untuk menunjang pertanian. Hal inilah yang dilakukan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kawasan itu mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP), yang sebelumnya hanya 200, maka dengan RJIT petani mampu tanam 3 kali dalam setahun (IP 300).

“Pertanian tidak boleh berhenti. Dalam kondisi apa pun, pertanian harus dilakukan, karena pertanian menghasilkan pangan yang dibutuhkan manusia. Untuk menjaga pertanian agar terus berproduksi, Kementerian Pertanian melakukan RJIT. Tujuannya, agar pasokan air ke lahan pertanian terus terjaga,” katanya, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Hal senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

“RJIT bukan hanya membenahi saluran irigasi yang rusak, tapi juga memaksimal air yang tersedia untuk menambah luas tanam, termasuk juga indeks pertanaman,” terangnya.

Ilustrasi saluran irigasi. (Dok : Kementan)
Ilustrasi saluran irigasi. (Dok : Kementan)

Menurutnya, RJIT dilakukan karena saluran air di lokasi mengalami kerusakan. Akibatnya pemanfaatan air tidak dapat dirasakan secara merata oleh para petani. 

“Setelah saluran diperbaiki, kebutuhan air untuk lahan pertanian di sekitar dapat terpenuhi dengan baik dan merata,” katanya.

Kegiatan RJIT di Desa Sukamaju dilakukan Kelompok P3A Bintang Mukti yang diketuai Udin Tajudin.

Luas oncoran sebelum ada RJIT adalah 35 hektare, sementara Luas oncoran sesudah adalah 50 hektare. Provitas yang awalnya 5,8 ton per hektare, meningkat menjadi 6,2 ton per hektare.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mampu Aliri 100 Hektare Sawah di Cirebon

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mampu Aliri 100 Hektare Sawah di Cirebon

Bisnis | Jum'at, 25 September 2020 | 11:54 WIB

Irigasi Termasuk dalam Water Management yang Bisa Dukung Kegiatan Pertanian

Irigasi Termasuk dalam Water Management yang Bisa Dukung Kegiatan Pertanian

Bisnis | Kamis, 24 September 2020 | 10:20 WIB

Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Bangun Dam Parit

Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Bangun Dam Parit

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 14:03 WIB

DPR :  Alsintan Jadi Terobosan Kementan Tingkatkan Nilai Tambah Petani

DPR : Alsintan Jadi Terobosan Kementan Tingkatkan Nilai Tambah Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 11:05 WIB

Kekeringan Lahan Bisa Diantisipasi dengan 2 Cara, Ini Kata Mentan

Kekeringan Lahan Bisa Diantisipasi dengan 2 Cara, Ini Kata Mentan

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 13:39 WIB

Lahan di Sumba Timur Dilanda Kekeringan, Kementan Beri Masukan

Lahan di Sumba Timur Dilanda Kekeringan, Kementan Beri Masukan

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 13:32 WIB

Terkini

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:09 WIB

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:01 WIB

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:35 WIB

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:04 WIB

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

×