Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia memperluas implementasi transaksi mata uang lokal dengan negara mitra untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Deputi Ferry Irawan menyampaikan kebijakan ini dalam acara Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta pada Selasa.
  • Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari reformasi sektor keuangan demi meningkatkan ketahanan ekonomi nasional terhadap ketidakpastian global.

Suara.com - Pemerintah bakal memperluas implementasi transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara mitra dagang, sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan, penguatan kerja sama transaksi mata uang lokal dilakukan seiring berbagai tantangan global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

"Reformasi maupun perbaikan di sektor keuangan juga terus kita lakukan untuk mengatasi berbagai tantangan tadi. Misalnya untuk volatilitas nilai tukar rupiah, kita juga terus bersama dengan Bank Indonesia mengembangkan transaksi mata uang lokal," kata Ferry saat menyampaikan sambutan mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Ferry, kerja sama tersebut terus diperluas dengan negara-negara yang memiliki hubungan perdagangan dengan Indonesia.

"Banyak negara yang menjadi mitra dagang kita juga sudah mempunyai kerja sama dengan kita untuk terus memperkuat Local Currency Transaction," ujarnya.

Ferry menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi sektor keuangan yang ditempuh pemerintah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)
Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)

Ia menilai kondisi global saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, hingga gangguan rantai pasok yang menyebabkan risiko ekonomi semakin kompleks.

"Manajemen risiko yang efektif dan tata kelola yang kuat itu tentu menjadi satu hal esensial yang perlu kita sama-sama bangun," ucap Ferry.

Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah pada sesi perdagangan Selasa (14/7/2026) dengan depresiasi tipis 0,03 persen ke posisi Rp18.110/dolar AS. Tak lama kemudian, rupiah berbalik menguat terbatas 0,02 persen ke Rp18.102/dolar AS pada Selasa siang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:03 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Review Novel Malice: Adu Kecerdasan antara Detektif Kaga dan Sang Novelis

Review Novel Malice: Adu Kecerdasan antara Detektif Kaga dan Sang Novelis

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:30 WIB

UU Peradilan Militer Wajib Direvisi! Ini Langkah Kemenkum Tindak Lanjuti Putusan MK

UU Peradilan Militer Wajib Direvisi! Ini Langkah Kemenkum Tindak Lanjuti Putusan MK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Antrean Kuliner hingga Produk Viral, Kenapa Kita Ikut Tertarik Mencoba?

Antrean Kuliner hingga Produk Viral, Kenapa Kita Ikut Tertarik Mencoba?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:20 WIB

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×