Putra Papua Terjun Dalam Proyek Pembangunan Nasional

Iwan Supriyatna

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 14:46 WIB
Putra Papua Terjun Dalam Proyek Pembangunan Nasional
Zakaria Fimbay salah satu anak muda Papua yang ikut terjun dalam proyek pembangunan nasional.

Suara.com - Di balik proyek besar Mass Rapid Transit (MRT) di Cawang, Jakarta, terdapat sekelumit kisah dari seorang putra Papua. Ia adalah Zakaria Fimbay, salah satu anak muda Papua yang ikut terjun dalam proyek pembangunan nasional itu.

Zakaria adalah pemuda asal Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat. Pulau itu berjarak 4 jam menggunakan kapal mesin dari Teluk Bintuni, Tempat Zakaria menimba ilmu.

Selama 3 bulan lebih Zakaria dilatih menjadi seorang rigger yang terampil oleh Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Teluk Bintuni.

Ia adalah salah satu orang muda Papua yang lolos menjadi peserta didik angkatan pertama sekolah migas di papua Barat itu.

Zakaria merasa begitu beruntung. Menurutnya, ilmu yang didapatkan dengan gratis itu sangat bermanfaat baginya ke depan. Buktinya, ia ikut andil dalam proyek pembangunan MRT di Jakarta.

“Selama kurang lebih 3 bulan kami di sekolah di P2TIM, ikut kursus, kami rasa bahwa fasilitas untuk pemerintah, Petrotekno itu memberikan ke kita sangat lengkap. Mulai dari makan, mulai dari tempat istirahatnya, alat transportasi dari kediaman kami ke kampus kami, itu semua fasilitas dilengkapi oleh Petrotekno maupun pemerintah daerah yang sudah bekerja sama dengan Petrotekno. Gratis,” jelas pemuda Babo itu.

Setelah pada tahun 2019 lulus, Zakaria langsung direkrut oleh salah satu perusahaan di Jakarta untuk mensukseskan proyek pembangunan MRT.

“Bulan Januari sampai bulan Juni itu saya di Cawang, proyek MRT, kereta bawah tanah. Itu kami bantu setting untuk klien,” tutur Zakaria ketika diwawancarai.

Zakaria lulus dengan sertifikasi rigger level 2 dan mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Engineering Construction Industry Training Board (ECITB).

baca juga

“Kami lulusan Petrotekno dari tahun 2019 dari sertifikasi ECITB, BNSP, itu sertifikasi kami. Setelah kami lulus dan kami dapat info dari PT. Superkrane bahwa mereka akan merekrut kami bahwa kami akan dibawa ke Jakarta,” ucap Zakaria.

Hingga tahun 2020, Petrotekno selaku operator P2TIM telah mencetak 500 lebih tenaga kerja bersertifikasi Internasional yang siap pakai. Salah satunya Zakaria.

Zakaria merasa bahwa hingga saat ini banyak anak-anak Papua yang dipandang sebelah mata. Mereka kerap diremehkan atas kemampuan serta kapabilitas mereka dalam sebuah pekerjaan. Namun, Zakaria menampik semua anggapan itu.

“Saya dan teman-teman saya yang ada di Jakarta ini mau saya bilang bahwa kenapa sampai kami dipakai mulai dari LRT, MRT, apa segala macam, kami siap. Kami tidak bekerja sampai fatality atau sampai insiden fatal, kami tidak seperti itu. Dan kami menciptakan pekerjaan yang sesuai klien kami yang meminta kami kerja. Kami menunjukkan sesuai dengan kemampuan kami dan basic yang kami punya,” jelas Zakaria.

Zakaria sebagai angkatan pertama besutan Petrotekno ingin menyampaikan pada publik bahwa ia dan rekannya mampu. Ia telah menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan yang setara dengan tenaga kerja wilayah lain, bahkan lebih baik. Ini ia tunjukkan melalui kinerjanya dalam proyek-proyek yang ia emban.

Zakaria pun turut memberikan semangat kepada adik-adiknya di Papua yang saat ini masih menunggu kesempatan untuk bekerja. Ia bahkan mengatakan bahwa anak-anak Papua bukan sekadar pekerja kasar seperti tukang gali parit, tukang sapu, atau tukang sampah. Ia mengatakan bahwa anak Papua mampu mengisi posisi strategis jika diberikan kesempatan.

“Untuk adik-adik seperjuangan yang saat ini masih menunggu, sampai sekarang belum diberikan kesempatan oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni, itu mereka masih menunggu. Saya mau bilang kalau kami diberikan kesempatan itu kami bisa. Kami mampu untuk menunjukkan kepada perusahaan bahwa kami siap untuk bekerja. Bukan hanya untuk tukang sapu, gali parit, atau segala macam,” pungkas pemuda asal Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantor Disnaker Dibakar, Kantor Bupati Keerom Dirusak, 3 Orang Kena Tembak

Kantor Disnaker Dibakar, Kantor Bupati Keerom Dirusak, 3 Orang Kena Tembak

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:32 WIB

Dokumen Internasional: 61 Bangsa Papua Tewas saat Gerakan Anti Rasisme

Dokumen Internasional: 61 Bangsa Papua Tewas saat Gerakan Anti Rasisme

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 17:23 WIB

Pihak Gereja Papua Pesimis TGPF Ungkap Pelaku Penembakan Pendeta Yeremia

Pihak Gereja Papua Pesimis TGPF Ungkap Pelaku Penembakan Pendeta Yeremia

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 16:42 WIB

Terkini

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:35 WIB

Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan

Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan

Sumut | Rabu, 09 September 2026 | 09:33 WIB

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3 Persen Jadi Rp2.281,5 Triliun

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3 Persen Jadi Rp2.281,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:27 WIB

Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah

Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah

Jogja | Rabu, 09 September 2026 | 09:23 WIB

Perbedaan Krim Malam vs Sleeping Mask vs Pelembap Biasa, Kenali Fungsi dan Manfaatnya

Perbedaan Krim Malam vs Sleeping Mask vs Pelembap Biasa, Kenali Fungsi dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 09:23 WIB

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:21 WIB

Mitsubishi Chemical Bidik Bisnis Hijau, Garap Material Canggih untuk Industri Teknologi Tinggi

Mitsubishi Chemical Bidik Bisnis Hijau, Garap Material Canggih untuk Industri Teknologi Tinggi

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:20 WIB

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:07 WIB

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 09:05 WIB

×