Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Merosot Tinggalkan Level 40 Dollar AS per Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:56 WIB
Harga Minyak Dunia Merosot Tinggalkan Level 40 Dollar AS per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah dunia merosot lebih dari 2 persen seiring dengan kembali beroperasinya ladang minyak di Libya, berakhirnya aksi mogok pekerja tambang di Norwegia serta berlalunya badai Delta di Meksiko.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2020) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot 1,13 dollar AS atau 2,6 persen menjadi 41,72 dollar AS per barel.

Sedangkan itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 2,9 persen, atau 1,17 dollar AS menjadi 39,43 dollar AS per barel.

Produksi di Libya, anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), diperkirakan melesat jadi 355.000 barel per hari (bph) setelah force majeure di ladang minyak Sharara dicabut.

Lonjakan produksi Libya akan menjadi tantangan bagi OPEC Plus--kelompok yang terdiri dari OPEC dan sekutunya termasuk Rusia--dan upayanya untuk mengekang pasokan guna mendukung harga.

Sementara itu, badai Delta, yang menimbulkan pukulan terbesar dalam 15 tahun terakhir terhadap produksi energi di Teluk Meksiko AS pekan lalu, diturunkan menjadi siklon pasca-tropis, akhir pekan lalu.

Pekerja kembali ke platform produksi dan perusahaan minyak Prancis, Total, memulai kembali aktivitas di kilang Port Arthur, Texas, yang berkapasitas 225.500 barel per hari.

The Louisiana Offshore Oil Port (LOOP) mengatakan telah melanjutkan operasi di Terminal Laut lepas pantai dan tidak ada gangguan dalam pengiriman di Hub Clovelly.

Harga front-month untuk kedua kontrak tersebut melesat lebih dari 9 persen pekan lalu, dalam kenaikan mingguan terbesar bagi Brent sejak Juni.

Tetapi keduanya jatuh pada sesi Jumat setelah perusahaan minyak Norwegia mencapai kesepakatan dengan petinggi serikat pekerja untuk mengakhiri aksi mogok yang mengancam akan memangkas produksi minyak dan gas negara itu hampir 25 persen.

Harga juga tertekan oleh lonjakan kasus Covid-19, yang meningkatkan momok penguncian lebih ketat yang dapat mengurangi permintaan minyak.

Infeksi mencapai rekor tertinggi di Midwest Amerika. Di Eropa, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan langkah-langkah penguncian virus corona, dan Italia sedang mempersiapkan pembatasan nasional yang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Tambang di Norwegia Mogok Kerja, Harga Minyak Dunia Ambles

Pekerja Tambang di Norwegia Mogok Kerja, Harga Minyak Dunia Ambles

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:51 WIB

Harga Minyak Dunia Melesat Jadi 43,34 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Melesat Jadi 43,34 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 07:48 WIB

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen Dipicu 2 Hal Ini

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen Dipicu 2 Hal Ini

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2020 | 08:18 WIB

Terkini

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:53 WIB