facebook

Sweeping Produk Prancis Justru Bikin Ekonomi Makin Susah

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Sweeping Produk Prancis Justru Bikin Ekonomi Makin Susah
Pemilik swalayan memasang tulisan boikot pada produk Prancis di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (2/11/2020). [ANTARA FOTO/Jojon]

Aprindo meminta aparat bersikap tegas terhadap aksi sweeping yang dinilai mengarah ke anarki.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Seluruh Indonesia menilai sweeping terhadap sejumlah produk asal Prancis di sejumlah toko ritel sebagai protes terhadap pernyataan Presiden Emmanuel Macron merugikan perekonomian nasional.

"Aksi ini tidak memberikan suatu manfaat apapun, justru makin membebani perekenomian khususnya sektor perdagangan," kata Ketua Umum Aprindo Roy Mandey kepada Suara.com, Rabu (4/11/2020).

Menurut Roy penyisiran semacam itu bukan pendekatan yang bagus, sebaliknya membuat ekonomi yang sekarang sedang sulit akibat pandemi virus corona, semakin membebani peritel menjalankan usaha.

"Apalagi saat ini ditengah lesunya  demand dan market akibat pelemahan daya beli atau menahan konsumsi, di masa pandemi ini," katanya.

Baca Juga: Kesalahan Terbesar Macron, Menyamakan Islam dan Teroris

Aprindo meminta aparat bersikap tegas terhadap aksi sweeping yang dinilai mengarah ke anarki.

Peritel tidak bisa berbuat banyak menyangkut protes terhadap produk buatan Prancis. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pilihan konsumen. 

"Kami menghormati keputusan konsumen, apakah akan membeli atau tidak atas produk dari Prancis yang dijual di gerai ritel modern," kata Roy.

Bagi peritel, harapannya perdagangan tetap berjalan dengan baik, apalagi sekarang sedang masa pandemi.

"Jadi biarlah perdagangan berjalan seperti biasanya dan normal," katanya.

Baca Juga: Macron: Saya Tak Bisa Benarkan Kekerasan Fisik karena Kartun Nabi Muhammad

Aprindo, kata Roy, mendukung sikap pemerintah Indonesia dalam menyikapi persoalan sebagai buntut pernyataan kontroversial Macron. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar