Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

4 'PR' Pemerintah Agar Potensi Ekonomi Digital Tak Hilang

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 11 November 2020 | 17:49 WIB
4 'PR' Pemerintah Agar Potensi Ekonomi Digital Tak Hilang
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungapkan potensi ekonomi digital Indonesia yang luar biasa besar akan sirna jika pemerintah tak lakukan sejumlah perubahan.

"Artinya Indonesia sangat memiliki potensi yang luar biasa di bidang ekonomi digital, tapi potensi ini tidak akan bisa menjadi peluang jika infrastruktur tidak memadai," kata Sri Mulyani dalam acara Fintech Summit 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Infrastruktur, kata Sri Mulyani, adalah yang menunjang aktivitas ekonomi digital itu sendiri, seperti halnya akses internet.

Menurut dia saat ini tidak semua masyarakat bisa dapat dengan mudah mengakses internet.

Hal itu, kata dia adalah pekerjaan pertama yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan yang paling utama.

"Tidak ada istilah terluar, terpinggirkan atau tertinggal dalam hal ini (akses internet) mereka perlu dapat akses internet. Makanya kita perlu bangun infrastruktur," katanya.

Setidaknya ada 3 masalah lain yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Selain infrastruktur, pekerjaan lainnya adalah soal Sumber Daya Manusia (SDM), institusi dan Regulasi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut dari laporan yang dirilis Temasek, ekonomi digital Indonesia akan berkembang pesat pada 2025 mendatang dari berbagai bidang.

Pertama, dari bidang internet, ekonomi digital RI diproyeksi naik lebih dari tiga kali lipat yakni dari USD 40 miliar menjadi USD 133 miliar.

Kemudian, melalui e-commerce naik empat kali lipat dari USD 20 miliar ke USD 82 miliar dan online traveling naik 2,5 kali lipat dari USD 10 miliar menjadi USD 25 miliar.

Lalu dari media berpotensi naik dari USD 3,5 miliar menjadi USD 9 miliar dan melalui ride hailing dari USD 5,7 miliar ke USD 18 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Ungkapkan UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Sri Mulyani Ungkapkan UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Riau | Rabu, 11 November 2020 | 10:51 WIB

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 19:10 WIB

Sri Mulyani Sebut Tekor APBN Masih Lebih Baik

Sri Mulyani Sebut Tekor APBN Masih Lebih Baik

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 17:53 WIB

Sri Mulyani Sebut Kebijakan Gas dan Rem Buat Indonesia Lebih Baik

Sri Mulyani Sebut Kebijakan Gas dan Rem Buat Indonesia Lebih Baik

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 15:00 WIB

Sri Mulyani Ikut Senang Mendengar Hasil Uji Klinis Vaksin Pfizer

Sri Mulyani Ikut Senang Mendengar Hasil Uji Klinis Vaksin Pfizer

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 13:05 WIB

Indonesia Resesi Salah Satunya karena Masyarakat Malas Belanja

Indonesia Resesi Salah Satunya karena Masyarakat Malas Belanja

Bisnis | Kamis, 05 November 2020 | 16:35 WIB

Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Sebut Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Sebut Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 05 November 2020 | 14:47 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB