alexametrics

Bio Farma Dapat Izin Olah Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Bio Farma Dapat Izin Olah Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac
Ilsutrasi---Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Apapun produksi yang kita lakukan harus juga standar Indonesia. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM untuk 100 juta pertama."

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan PT Bio Farma (Persero) telah mendapatkan sertifikat untuk memproduksi vaksin Covid-19.

Menurutnya, sertifikat ini menjadi penting karena pemerintah juga membeli vaksin dalam bentuk bahan baku curah (bulk).

"Apapun produksi yang kita lakukan harus juga standar Indonesia. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM untuk 100 juta pertama," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Lebih lanjut, Erick juga mengatakan bahwa saat ini total Bio Farma boleh memproduksi vaksin sebanyak 250 juta dosis, dimana untuk 150 juta dosis sertifikatnya ditargetkan dapat diterima pada bulan Maret nanti.

Baca Juga: Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Tito Karnavian: Saya Tak Merasakan Apa-apa

"Untuk 150 juta berikutnya kita harapkan nanti di kloter Maret 2021 kita mendapatkan sertifikat tambahan dari BPOM, sehingga 250 juta kapasitas untuk vaksin yang diproduksi Bio Farma sudah mempunyai sertifikat," katanya.

250 juta dosis vaksin yang diproduksi Bio Farma ini kata dia bisa untuk 125 juta penduduk.

"Jadi, kalau 250 juta buat 125 juta orang kalau (disuntikkan) 2 kali. Dan tadi teknologinya sudah ditingkatkan, kalau yang tadinya hanya virus yang dimatikan, sekarang juga teknologi baru sudah bisa dilakukan secara bertahap di Bio Farma," pungkasnya.

Asal tahu saja, selama 6 bulan kedepan atau semester I 2021, PT Bio Farma akan kedatangan sebanyak 144 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku, bahan baku vaksin tersebut berasal dari Sinovac.

"Jadi total bahan baku yang kami amankan dengan Sinovac 143 juta dosis tapi kita mendapat tambahan sekitar 10 persen, tapi sampai semester 1 kita sudah memiliki jadwal penerimaan sekitar 144 juta sekian dosis," ungkap Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Baca Juga: Disuntik Vaksin Sinovac, Mendagri Tito: Tidak Terasa Apa-apa

Dari data yang disampaikan dalam rapat, terlihat bahwa pengiriman bahan baku vaksin Sinovac akan dilakukan dalam 6 tahap, artinya setiap 1 bulan Bio Farma akan menerima pengiriman bahan baku vaksin.

Komentar