alexametrics

Bali Ajukan Pinjaman Lunak Rp9,4 Triliun untuk Pulihkan Pariwisata

Siswanto | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Bali Ajukan Pinjaman Lunak Rp9,4 Triliun untuk Pulihkan Pariwisata
Peserta program 'Fam Trip' bertajuk 'Explore Badung' mengunjungi kawasan Hutan Kera Sangeh, Badung, Bali, Minggu (6/12/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Pengajuan dana pinjaman kini sedang dibahas lintas lembaga dan Sandiaga berharap segera menemukan titik terang.

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pemerintah Bali mengajukan dana pinjaman lunak (soft loan) sekitar Rp9,4 triliun untuk pemulihan sektor pariwisata.

Pengajuan dana pinjaman kini sedang dibahas lintas lembaga dan Sandiaga berharap segera menemukan titik terang.

“Selain itu para pelaku parekraf juga perlu restrukturisasi. Karena begitu Bali buka kembali pada Juni-Juli 2021 usaha-usaha ini dari segi suplai site membutuhkan dana untuk beroperasi kembali terutama terkait dana bantuan baik dana restrukturisasi atau pinjaman lunak," kata Sandiaga dalam rilis, Sabtu (10/4/2021).

Sandiaga mengusulkan dana hibah pariwisata 2021 sebesar Rp3,7 triliun.

Baca Juga: Wisata Bali: Menparekraf Pantau Kesiapan Pembukaan Pariwisata Pulau Dewata

Dia sedang mengumpulkan data yang terverifikasi dengan baik dan diharapkan penyerapannya bisa lebih maksimal, lantaran ada waktu yang jauh lebih cukup dibanding tahun lalu.

"Dana hibah pariwisata nantinya akan dialirkan ke sektor pariwisata bukan hanya hotel dan restoran saja tapi juga diperluas seperti tempat rekreasi, biro perjalanan, dan lain-lain," kata dia.

Komentar