Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Produsen Olahan Makanan Beku Ini Raup Laba 10,2 Juta Dolar AS

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 12 April 2021 | 08:56 WIB
Produsen Olahan Makanan Beku Ini Raup Laba 10,2 Juta Dolar AS
Ilustrasi; Produk makanan beku. (Shutterstock)

Suara.com - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) emiten pengolah makanan beku berbahan baku udang meraup laba bersih pada 2020 sebesar 10,2 juta dolar AS. Raihan itu meningkat 78,3 persen dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar 5,7 dolar AS.

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengatakan, laba bersih tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan bersih sebesar 170,9 juta dolar AS yang naik 19,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar 142,7 juta dolar AS.

Pertumbuhan penjualan ini juga berdampak pada meningkatnya laba kotor Perseroan pada 2020 menjadi 35,3 juta dolar AS yang meningkat sebesar 20 persen .

Hal ini disebabkan oleh strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian Value Added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.

"Marjin laba kotor kita meningkat dari 20,6 persen menjadi 20,7 persen, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan penjualan produk Value Added, mulai tahun 2020. Hal ini akan terus kami pertahankan pada tahun 2021, untuk terus meningkatkan profitabilitas Perseroan ke depannya," ujar Martinus Soesilo, dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Di sisi lain, total liabilitas PMMP berhasil turun menjadi 183 juta dolar AS pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar 191 juta dolar AS yang disebabkan oleh menurunnnya utilisasi hutang bank jangka pendek 149 juta dolar AS dan hutang bank jangka panjang Perseroan dari 3,9 juta dolar AS.

"Tahun lalu, kami mampu menurunkan hutang bank jangka pendek kami, yang disebabkan dengan meningkatnya penjualan, profitabilitas dan efisiensi operasional Perseroan," kata Martinus.

Sementara itu, total aset Perseroan pada 2020 naik menjadi 248 juta dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar 237 juta dolar AS. Total ekuitas Perseroan juga meningkat dari 65 juta dolar AS menjadi 46 juta dolar AS.

"Pada pandemi ini, pola consumer behaviour cenderung memilih untuk berbelanja di supermarket dan retailer, lalu memasak sendiri produknya dirumah. Hal ini mendorong meningkatnya penjualan kami selama tahun 2020, terutama pada pihak retailer baik di Amerika Serikat maupun Jepang," pungkas Martinus.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Disambangi WHO, China Klaim Virus Corona Berasal dari Kepala Babi

Setelah Disambangi WHO, China Klaim Virus Corona Berasal dari Kepala Babi

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 13:55 WIB

Virus Corona Covid-19 Kembali Ditemukan pada Daging dan Udang Beku di China

Virus Corona Covid-19 Kembali Ditemukan pada Daging dan Udang Beku di China

Health | Senin, 16 November 2020 | 13:19 WIB

China Stop Impor Makanan Beku dari 109 Negara

China Stop Impor Makanan Beku dari 109 Negara

News | Minggu, 15 November 2020 | 07:23 WIB

Terkini

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:20 WIB

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:19 WIB

3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!

3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:15 WIB

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

×