Relaksasi PPN Bakal Mendongkrak Kinerja LPKR di Kuartal II 2021

Iwan Supriyatna

Kamis, 22 April 2021 | 12:23 WIB
Relaksasi PPN Bakal Mendongkrak Kinerja LPKR di Kuartal II 2021
Ilustrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). [Shutterstock]

Suara.com - Insentif perpajakan dari pemerintah di sektor properti berupa relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN), hingga tingginya permintaan pasar, akan mendorong kinerja emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada semester kedua tahun ini.

Pada kuartal I/2021, LPKR berhasil membukukan marketing sales Rp 1,31 triliun, melesat 86% year-on-year (yoy) dibandingkan Rp 703 miliar pada kuartal I/2020.

Penjualan pada kuartal I/2021 didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63% dari total penjualan.

Lebih dari 50,6% marketing sales di kuartal I/2021 dicapai LPKR dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam 1 hari selama lebih dari 20 tahun.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan kinerja LPKR pada kuartal I/2021 menunjukkan optimisme pertumbuhan kinerja perusahaan pada tahun ini.

“Secara umum, emiten properti mendapatkan faktor positif dari sejumlah kebijakan Pemerintah, seperti pelonggaran loan to value dan pemangkasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN),” kata Nafan ditulis Kamis (22/4/2021).

Dia memperkirakan, secara makro pertumbuhan ekonomi akan mulai positif pada kuartal II/2021, setelah pada kuartal I/2021 diprediksi masih minus.

“Jadi, bila stimulus Pemerintah berjalan, pertumbuhan ekonomi mulai positif, hal ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja emiten properti, termasuk LPKR,” imbuhnya.

Dia menilai, LPKR mampu berinovasi dengan meluncurkan klaster Cendana Icon yang menyasar segmen menengah sehingga mendongkrak penjualan. Nafan memprediksi LPKR mampu mencapai target marketing sales senilai Rp 3,5 triliun pada 2021. Dia pun merekomendasikan akumulasi saham LPKR dengan target harga Rp 274.

baca juga

Sedangkan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan strategi LPKR sangat tepat untuk masuk ke segmen harga di bawah Rp 1 miliar karena sesuai dengan besarnya permintaan. Seperti diketahui, klaster Cendana Icon dijual mulai dari harga Rp 599 juta.

"Pasar segmen di bawah Rp 1 miliar sangat besar. Masuknya suplai klaster Cendana Icon dari LPKR pastinya menangkap pasar yang selama ini diharapkan," ujarnya.

CEO LPKR John Riady menegaskan, pertumbuhan tingkat kepemilikan rumah sangat besar di Indonesia. Dia memberikan contoh, di DKI Jakarta, tingkat kepemilikan rumah masih di bawah 50%.

“Saya percaya bahwa di dalam 10 tahun ke depan tingkat kepemilikan rumah ini akan naik sangat pesat. Tentunya ini merupakan suatu hal yang positif bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp 2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80% merupakan pasar perdana. Sekitar 60% pembeli tersebut menggunakan KPR.

“Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adhi Commuter Properti Gandeng Perum PPD Garap Kawasan TOD

Adhi Commuter Properti Gandeng Perum PPD Garap Kawasan TOD

Bisnis | Senin, 19 April 2021 | 07:53 WIB

Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Tenjo

Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Tenjo

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 10:32 WIB

Panorama Properti Serahkan AJB ke Konsumen

Panorama Properti Serahkan AJB ke Konsumen

Bisnis | Rabu, 14 April 2021 | 14:11 WIB

Terkini

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:44 WIB

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Laba Per Saham Naik, Emiten RATU Layak Dilirik?

Laba Per Saham Naik, Emiten RATU Layak Dilirik?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:10 WIB

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Sahroni Dukung 'Under Invoicing' Masuk UU Tipikor: Praktik Culas Ini Rugikan Negara!

Sahroni Dukung 'Under Invoicing' Masuk UU Tipikor: Praktik Culas Ini Rugikan Negara!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×