alexametrics

Sejumlah Komisaris di Garuda Indonesia Bakal Dibuang Erick Thohir

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Sejumlah Komisaris di Garuda Indonesia Bakal Dibuang Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir. Antara/Hafidz Mubarak A/ama/pri.

Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter Gontha mengusulkan kepada para Direksi Garuda Indonesia untuk menangguhkan pembayaran honorarium atau gaji para komisaris.

Suara.com - Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter Gontha mengusulkan kepada para Direksi Garuda Indonesia untuk menangguhkan pembayaran honorarium atau gaji para komisaris.

Usulan ini dimaksudkan untuk meringankan keuangan maskapai pelat merah ini. Usulan Peter Gontha lewat sepucuk surat yang ia kirimkan kepada Direksi ini beredar di kalangan wartawan.

"Demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera, bulan Mei yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorarium kami sampai rapat pemegang saham mendatang," kata Peter seperti dikutip dalam surat tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menyutujui usulan Peter Gontha itu. Bahkan, ia berencana untuk memangkas jumlah komisaris.

Baca Juga: Polemik Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Erick Thohir Beri Pembelaan

"Saya rasa yang diusulkan Peter Gontha sangat bagus, kita harus puji. Bahkan saya ingin mengusulkan, kalau bisa komisaris Garuda dua saja, jangan yang ada pensiun dini tapi komisarisnya tidak dikurangi. Kami akan kurangi nanti," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Erick yang juga Ketua Pelaksana KPCPEN menginginkan, nantinya Garuda hanya memiliki dua atau tiga komisaris. Menurutnya, rencana ITU bagian dari efisiensi di tubuh Garuda.

"Jadi benar-benar mencerminkan keseriusan Komisaris dan Direksi Garuda. Kan yang menjalankan keseharian bukan saya," tutur Erick.

Erick menambahkan, rencana ini bakal ia matangkan dalam RUPS Garuda yang bakal digelar dalam waktu 2 minggu mendatang.

"Ini jadi masukan yang bagus, nanti kita lakukan sesegera mungkin, kasih waktu 2 minggu. Ada RUPS-nya tapi, mesti berdasarkan RUPS, nanti kita kecilkan jumlah komisarisnya," pungkas Erick.

Baca Juga: Kronologis Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala Diduga Korban Pembunuhan

Komentar