Suara.com - Harga minyak mentah dunia turun tajam pada perdagangan hari Selasa (6/7/2021), setelah OPEC+ menunda pertemuan mereka pada pekan ini.
Mengutip CNBC, Rabu (7/7/2021) harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September anjlok 2,63 dolar Amerika Serikat (AS) per barel atau 3,4 persen ke level 74,53 dolar AS per barel.
Hal yang sama juga terjadi pada harga minyak patokan West Texas Intermediate (WTI) AS yang melorot 1,79 dolar AS per barel atau 2,4 persen ke level 73,37 dolar AS per barel.
Para pemimpin negara yang masuk dalam kelompok OPEC+ tidak melanjutkan pembicaraan setelah terjadi perpecahan antara Arab Saudi dengan OPEC+ mengenai rencana kenaikan pasokan minyak pada Agustus 2021.
"Di masa lalu, perbedaan pendapat di dalam OPEC sering memicu penurunan harga besar-besaran. Namun, pasar menafsirkan kegagalan saat ini sebagai arti bahwa perjanjian lama tidak berubah mulai Agustus hingga April 2022," ungkap Analis Energi Commerzbank Research, Eugen Weinburg.
Dalam jangka menengah, Weinberg mengatakan perselisihan pemimpin negara yang masuk kelompok OPEC+ akan membebani harga minyak mentah dunia.
Awalnya, harga minyak akan menguat di tengah berita kegagalan pembicaraan OPEC+. Tidak lama setelah itu, harga minyak akan melemah karena pedagang khawatir perselisihan OPEC+ akan menyebabkan produsen menaikkan jumlah ekspornya.
"Pasar khawatir bahwa Uni Emirat Arab (UEA) akan masuk dan secara sepihak menambah barel dan negara lain yang masuk dalam kelompok OPEC+ akan mengikuti hal itu," kata Direktur Energi Mizuho, Bob Yawger.
UEA mengatakan akan mengikuti peningkatan produksi, tetapi menolak proposal terpisah untuk memperpanjang pembatasan produksi hingga 2022.
Beberapa sumber OPEC+ mengatakan bahwa kelompok itu akan melanjutkan diskusi bulan ini dan setuju untuk menaikkan produksi mulai Agustus 2021.