Begini Kabar Pembentukan Holding BUMN Aviasi-Pariwisata

Kamis, 08 Juli 2021 | 18:29 WIB
Begini Kabar Pembentukan Holding BUMN Aviasi-Pariwisata
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo dan Menteri BUMN Erick Thohir usai menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investas Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Kementerian BUMN tengah memfinalisasi pembentukan holding Aviasi dan pariwisata. Termuktahir, kementerian telah mengubah nama perusahaan yang menjadi induk dari holding tersebut. 

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo menjelaskan, PT Surbai Udara Penas (Persero) yang akan menjadi induk holding kini telah berubah nama menjadi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). 

Menurut Kartika, setelah berganti nama, Aviasi Pariwisata Indonesia nantinya memiliki fungsi lain di dalam holding tersebut.

"Dan sekarang lagi proses meng-ingbreng lima perusahaan yang ke dalam penas. Diharapkan lauching  akhir juli tentang fungsi baru penas bersama dengan imbreng perusahaan di bawahnya," ujar Kartika dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7/2021).

Pria yang akrab disapa Tiko ini melanjutkan, Aviasi Pariwisata Indonesia akan menjadi induk dari BUMN seperti AP I, AP II, Garuda Indonesia, Hotel Indonesia Natour, Sarinah, TWC, serta ITDC. 

Ia menyebut, untuk operasional holding ini membutuhkan modal yang besar. Sehingga, Tiko mengusulkan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 9,1 triliun pada holding tersebut di tahun 2022. 

"Memang di sini cukup besar permodalan yang dibutuhkan. Ini terkait permasalahan Garuda Indonesia, karena kita ingin bersama kemenkeu ada satu standby facility garuda, saat ini kita sedang merancang apakah diambil oleh citilink atau menggunakan ini untuk cash flow apabila restrukturisasi berhasil," jelas Tiko. 

Mantan Bos Bank Mandiri ini menambahkan, permodalan ini juga dibutuhkan untuk membantu arus kas atau cash flow Angkasa Pura I yang mana selama ini digunakan membangun dan merenovasi tujuh bandara di Indonesia.

Selain itu, modal tersebut juga digunakan untuk membantu penyelesaian pembangan KEK Mandalika dan Labuan Bajo.

Baca Juga: Target Pembangunan Molor Buat Biaya Investasi Kereta Cepat dan LRT Membengkak

"AP I dalam kondisi covid ini menghadapi tantangan cash flow ini kita membutuhkan modal AP I yang masuk dalam konteks holding ini, AP I tidaj pernah dapat PMN," pungkas Tiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI