Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Direksi BRI Life Langsung Dipanggil Imbas Kebocoran Data 2 Juta Nasabahnya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 28 Juli 2021 | 12:25 WIB
Direksi BRI Life Langsung Dipanggil Imbas Kebocoran Data 2 Juta Nasabahnya
Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Suara.com - Data pribadi milik 2 juta nasabah BRI Life, perusahaan asuransi kesehatan dan jiwa di bawah BRI, diduga telah dicuri dan dijual bebas di forum-forum online. Data-data yang bocor itu sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah, karena di dalamnya termasuk foto KTP, nomor NPWP, dan bahkan hasil pemeriksaan kesehatan di laboratorium.

Peretasan ini diungkap oleh Hudson Rock, sebuah perusahaan keamanan siber yang bermarkas di Tel Aviv, Israel. Informasi peretasan ini juga diunggah ke Twitter oleh Alon Gal, salah satu petinggi Hudson Rock.

Gal, lewat akun Twitter Under the Breach, mengungkap jenis-jenis data nasabah BRI Life yang telah dirampas dan kini dijual di forum online tersebut.

Ia mengatakan, data yang bocor berisi 463.000 dokumen milik 2 juta nasabah. Data-data itu dijual seharga 7000 dolar AS atau sekitar Rp 101 juta.

"Dalam video berdurasi 30 menit mereka menunjukkan data-data (250 GB) yang berhasil mereka rampas," cuit Gal, mengacu pada video berisi rincian data nasabah BRI Life yang diunggah para peretas di forum online.

Dari cuplikan video yang diunggah Gal di Twitter diketahui bahwa data-data itu antara lain adalah foto KTP, nomor NPWP, kartu keluarga, foto buku tabungan, nomor rekening, akta kelahiran, akta kematian, nomor telepon, hingga hasil pemeriksaan laboratorium.

Bahkan di video itu juga terlihat sebuah hasil pemeriksaan laboratorium nasabah di klinik Prodia cabang Cibubur, Cileungsi, Jawa Barat. Dalam dokumen itu terlihat hasil rontgen toraks nasabah laki-laki berusia 55 tahun 8 bulan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun dalam hal ini telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi BRI Life. Kementerian Kominfo akan memanggil Direksi BRI Life untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

"Kementerian Kominfo juga melakukan pemanggilan terhadap Direksi BRI Life pada hari ini, 28 Juli 2021 sebagai bagian dari proses investigasi," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, Rabu (28/7/2021).

Ia mengaku sejak Selasa (27/7/2021) sampai dengan saat ini, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika tengah melakukan investigasi internal untuk melakukan pendalaman terhadap sampling data pribadi yang diduga bocor.

"Sampai saat ini investigasi masih terus berjalan dan hasil belum dapat disimpulkan," tambah Dedy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Selidiki Kebocoran Data Nasabah BRI Life

Bareskrim Selidiki Kebocoran Data Nasabah BRI Life

Sumut | Rabu, 28 Juli 2021 | 12:13 WIB

Turun Tangan! Bareskrim Usut Kasus Peretasan Data 2 Juta Nasabah BRI Life

Turun Tangan! Bareskrim Usut Kasus Peretasan Data 2 Juta Nasabah BRI Life

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 12:01 WIB

BRI Life Diretas, DPR Minta Pembahasan RUU PDP Segera Dirampungkan

BRI Life Diretas, DPR Minta Pembahasan RUU PDP Segera Dirampungkan

Tekno | Rabu, 28 Juli 2021 | 10:56 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB