- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran proyek jet tempur KF-21 Boramae telah tersedia dan siap diimplementasikan.
- Pemerintah belum menerima pengajuan terbaru terkait pendanaan proyek KF-21 di Pangkalan TNI AU Halim pada 18 Mei 2026.
- Menkeu menegaskan rincian anggaran pertahanan bersifat rahasia dan menyatakan belum memahami pendanaan terkait pengadaan pesawat Sukhoi Su-35.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal rencana Pemerintah soal pengadaan proyek jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan hingga Sukhoi Su-35 dari Rusia.
Menkeu Purbaya menyebut kalau anggaran pengadaan untuk KF-21 sebenarnya telah disiapkan sejak lama. Hanya saja ia belum menerima pengajuan terbaru dari proyek tersebut.
“Yang itu belum ke saya, jadi saya belum tahu yang KF-21 ya. Harusnya sih bisa jalan, tapi mereka belum minta ke saya jadi saya belum tahu," katanya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (18/5/2026).

Bendahara Negara juga memastikan kalau pengadaan anggaran untuk proyek tersebut sudah cukup lama. Dengan demikian dana untuk jet tempur KF-21 seharusnya tidak ada masalah.
"Tapi yang ini kan dianggarkan cukup lama, jadi enggak ada masalah. Ini sudah anggaran lama nih, jadi tinggal implementasi saja. Mungkin delivery-nya kebetulan sekarang hari ini sebagian," lanjutnya.
Ketika ditanya anggaran, Purbaya enggak menyebutkan rincian dana yang disiapkan. Saat dikonfirmasi apakah memerlukan dana 8,1 miliar Dolar AS, Purbaya menyebut kemungkinan bisa lebih.
“Oh anggaran ya? Oh nanti rahasia itu. Saya enggak bisa konfirmasi itu (8,1 miliar Dolar AS). Kalau pertahanan kan rahasia kan. Nanti akan ada banyak, mungkin lebih," beber dia.

Usai dikonfirmasi soal pengadaan untuk pesawat tempur Sukhoi Su-35, Purbaya mengaku belum paham soal anggaran. Ia hanya menegaskan pihaknya bagian membayar.
“Anda mestinya tanya Menhan lah, saya enggak ngerti kalau itu. Saya cuma bagian bayar saja ya," jelasnya.