Harga Emas Dunia Terus Melemah Imbas Isu Tapering The Fed

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 Agustus 2021 | 08:05 WIB
Harga Emas Dunia Terus Melemah Imbas Isu Tapering The Fed
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia bergerak lebih rendah karena investor menunggu isyarat tentang tapering dari risalah pertemuan Juli Federal Reserve, dan dolar AS yang kuat membatasi setiap aliran masuk safe haven itu.

Mengutip CNBC, Kamis (19/8/2021) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 1.781,52 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 6 Agustus di 1.795,25 dolar AS per ounce pada sesi Selasa.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,2 persen menjadi 1.784,4 dolar AS per ounce.

"Kekhawatiran tentang varian Delta yang tersebar di seluruh dunia jelas merupakan sedikit pendorong emas. Orang-orang juga mengharapkan lebih banyak dari The Fed tentang pengetatan kebijakan, jadi itu menjadi pendorong utama sejak pagi," kata Michael Matousek, Kepala Trader di U.S. Global Investors.

Indeks Dolar (Indeks DXY) mencapai level tertinggi sejak April, membatasi selera emas bagi mereka yang memegang mata uang lain, sementara kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus corona memukul selera risiko.

"Harga emas pulih secara tajam didorong peningkatan aliran aset safe-haven akhir-akhir ini dan penurunan imbal hasil obligasi, tetapi dengan kenaikan dolar AS, sisi atas bagi logam mulia tersebut telah dibatasi," ujar Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.

Investor akan memindai risalah The Fed, Rabu siang waktu setempat, untuk kejelasan tentang kapan bank sentral mungkin mulai mengurangi dukungan ekonomi, setelah Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan mungkin "masuk akal" untuk mulai melakukan tapering akhir tahun ini.

"Pada akhirnya fokusnya adalah simposium Jackson Hole dan angka penggajian non-pertanian berikutnya, yang akan sangat penting bagi pasar," kata Jigar Trivedi, analis Anand Rathi Shares yang berbasis di Mumbai.

Logam lainnya, perak merosot 1 persen menjadi 23,40 dolar AS per ounce, platinum naik 0,2 persen menjadi 999,38 dolar AS per ounce, dan paladium anjlok 2,8 persen menjadi 2.419,57 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Hari Kemerdekaan, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 942.000 per Gram

Jelang Hari Kemerdekaan, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 942.000 per Gram

Bisnis | Senin, 16 Agustus 2021 | 13:39 WIB

Kembali Jadi Buruan Investor, Harga Emas Dunia Langsung Naik

Kembali Jadi Buruan Investor, Harga Emas Dunia Langsung Naik

Bisnis | Senin, 16 Agustus 2021 | 11:49 WIB

Harga Emas Antam Rp 932.000 per Gram Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Antam Rp 932.000 per Gram Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB