Hampir Seluruh Rakyat Afghanistan Tak Punya Rekening Bank

Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:17 WIB
Hampir Seluruh Rakyat Afghanistan Tak Punya Rekening Bank
Warga berkumpul Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). [AFP Photo]

Suara.com - Taliban mengambilalih Afghanistan yang menimbulkan kekhawatiran baru bagi para ahli keuangan dan ekonomi.

Mengutip nbcnews.com Kamis (19/8/2021) mata uang mereka yakni Afghani anjlok ke rekor terendah. Bank Sentral Afghanistan yang telah mempublikasikan nilai tukar berhenti melakukan perdagangan pada hari Kamis pekan lalu.

Sehari sebelumnya, Ajmal Ahmady, penjabat gubernur bank sentral Afghanistan, mentweet bahwa dia telah meninggalkan negara itu.

Semua itu terjadi setelah penarikan tunai lokal yang terburu-buru dilaporkan dan Western Union mengumumkan bahwa mereka menangguhkan layanan pengiriman uang ke Afghanistan.

MoneyGram juga tampaknya telah menghentikan layanannya, dan tidak menanggapi permintaan komentar.

Anggota diaspora Afghanistan merasa lebih sulit untuk mengirim uang dan mendapatkan uang tunai ke tangan orang yang mereka cintai.

Ini sangat menantang mengingat hampir semua warga Afghanistan tidak memiliki rekening bank, dan banyak orang bergantung pada pengiriman uang tunai dari kerabat dan teman di luar negeri, tidak hanya di AS tetapi juga di negara-negara tetangga seperti Iran dan Pakistan.

"Sekitar 4 persen dari produk domestik bruto Afghanistan berasal dari pengiriman uang pribadi seperti itu," menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini.

Serina, 27, seorang wanita Afghanistan-Amerika yang tinggal di AS yang meminta untuk merahasiakan nama belakangnya karena takut akan keselamatan keluarganya, mengatakan bahwa dia secara teratur mengirim uang ke Afghanistan melalui MoneyGram, biasanya 400 dolar AS setiap kali.

Baca Juga: Potret Motor yang Ikut Andil dalam Kemenangan Taliban di Afghanistan, Tak Perlu Canggih!

Ayah mertuanya akan pergi ke bank untuk mengambil uangnya. Baru-baru ini Juli, katanya, dia mengirim 700 dolar AS – lebih dari biasanya – untuk menghormati Idul Adha, salah satu perayaan Islam yang paling penting. Beberapa hari yang lalu, dia berhasil mengirim 400 dolar AS.

"Kami mengirim uang pada hari Jumat dan dia pergi berbelanja pada tanggal 14, dan pada tanggal 15 kota itu jatuh," katanya, berbicara tentang Kabul. “Saya berharap kami telah mengirim lebih banyak.” ungkapnya.

Bahkan sebelum Taliban sepenuhnya mengambil alih negara itu, tingkat inflasi negara itu sudah sangat tinggi inbas pandemi Covid-19 dan stabilitas politik yang tak stabil.

"Dengan harga roti baru-baru ini naik tinggi dari sekitar 25 sen menjadi 2,50 dolar AS," ucapnya.

Sejak pengambilalihan, bank-bank tetap tutup, sehingga ada sedikit cara praktis bagi banyak orang di luar negeri, seperti Serina, untuk mengirim uang ke rumah. Namun kini saluran yang biasa untuk mengirim uang tunai, MoneyGram dan Western Union harus ditutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI