Buwas Jamin Stok Beras Cukup, Bahkan Masih Ada Beras Impor Belum Terpakai Sejak 2018

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 30 Agustus 2021 | 14:34 WIB
Buwas Jamin Stok Beras Cukup, Bahkan Masih Ada Beras Impor Belum Terpakai Sejak 2018
Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso (Buwas). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) memastikan stok beras yang dimiliki perseroan masih cukup. Ia mengungkapkan, hingga 27 Agustus stok beras Bulog mencapai 1,16 juta ton.

Stok beras itu, terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 1,145 juta ton dan sisanya cadangan beras komersial sebanyak 14 ribu ton.

"Stok tersebut mencukupi untuk kebutuhan penjualaan KPH, dan tanggap darurat bencana sesuai kebutuhan," ujar Buwas dalam rapar dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (30/8/2021).

Sementara itu, Perum Bulog tetap menyerap gabah petani. Hingga 27 Agustus, Perum Bulog telah menyerap gabah pertani sebanyak 908 ribu ton.

"Adapun realisssi penyaluran beras CBP sampai 27 agustus 305 ribu ton yang terdiri dari KPH 245 ribu ton, tanggap darurat 4 ribu, dan golongan anggaran 55 ribu ton," kata dia.

Mantan Kepala BNN ini juga memastikan stok bahan pokok lainnya. Misalnya, stok Gula per 27 Agustus mencapai 10 ribu ton. Kemudian, stok telur juga mencapai 61 ton.

"Lalu, minyak goreng 1.325 kilo liter, daging kerbau 685 ton, serta tepung terigu 246 ton," papar dia.

Di sisi lain, Buwas menambahkan, Bulog juga telah berhasil menyalurkan bantuan sosial berupa beras 10 kg ke masyarakat di masa PPKM darurat.

"Perlu kami sampaikan kami sudah melakukan tugas penyaluran bantuan beras selama PPKM darurat sebesar 288 ribu ton dengan tepat waktu," ucap dia.

baca juga

Buwas juga menyebut, banyak beras-beras impor penugasan pemerintah yang masih belum terpakai. Bahkan, beras impor tersebut sudah sejak pengadaan impor beras tahun 2018 lalu.

Buwas menjelaskan, beras impor tersebut masuk ke dalam cadangan beras pemerintah. Sehingga, katanya, beras tersebut bisa disalurkan jika sudah ada keputusan penyaluran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di tingkat Menko Perekonomian.

Namun demikian, Buwas menyebut, pemerintah belum memutuskan langkah selanjutnya terkait dengan beras impor tersebut. Padahal, pemerintah sudah tiga kali menggelar Rakortas tersebut.

"Inilah yang jadi permasalahan Bulog kita nggak bisa menggerakan CBP, nanti saya sampaikan stok lama, karena ini 3 kali rakortas engga putusputus, karena bukan tanggung jawab pure Bulog, karena ini beras CBP jadi penugasan pemerintah. Kita impor juga penugasan pemerintah untuk CBP tapi setelah itu tidak digunakan," ujar Buwas.

Buwas menuturkan, kualitas beras-beras impor yang telah ada sejak 2018 lalu telah turun mutu. Oleh sebab itu, beras tersebut harus segera dikeluarkan.

Buwas pun mengaku telah bersurat ke pemerintah untuk bisa mengambil keputusan terkait beras impor yang ada di gudang Bulog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Beras Bantuan PPKM Tak Layak Makan, Buwas: Sengaja Diviralkan, Menjelekkan Bulog

Geger Beras Bantuan PPKM Tak Layak Makan, Buwas: Sengaja Diviralkan, Menjelekkan Bulog

Bisnis | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Stok Beras Nasional Capai 1,16 Juta Ton

Stok Beras Nasional Capai 1,16 Juta Ton

Sumut | Senin, 30 Agustus 2021 | 12:37 WIB

Bulog Klaim Beras Bantuan PPKM Layak Makan, Warga: Ayam Saja Gak Doyan

Bulog Klaim Beras Bantuan PPKM Layak Makan, Warga: Ayam Saja Gak Doyan

Jabar | Rabu, 25 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Cara Jualan di ShopeeFood, Penuhi Syarat Ini!

Cara Jualan di ShopeeFood, Penuhi Syarat Ini!

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 13:15 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 13:13 WIB

Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat

Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:12 WIB

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

News | Sabtu, 19 September 2026 | 13:10 WIB

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:06 WIB

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

×