alexametrics

Gandeng Penjahit Keliling, Siswa SMA Ini Hasilkan GreenPots dari Limbah

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Gandeng Penjahit Keliling, Siswa SMA Ini Hasilkan GreenPots dari Limbah
Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor yang berhasil menciptakan GreenPots dari Limbah. (Dok: AHM)

Berkat karya terbaiknya Aufa mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar Rp63 juta.

Suara.com - Semangat bersinergi dan saling bantu merupakan sisi positif pandemi. Semangat inilah yang mengisnpirasi Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor, Jabar untuk menggandeng penjahit keliling dan pelaku UKM lain dalam mengembangkan karya kreatifnya. Siswi yang baru saja menerima penghargaan terbaik Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2021 ini berhasil mengubah dan mendaur ulang limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi media tanam.

GreenPots, demikian Aufa melabeli karya kolaborasinya dengan penjahit keliling di Bogor. Ide dan karya kreatif ini lahir dari kunjungan Aufa ke perkebunan kelapa sawit, di daerah Jasinga Bogor. Aufa menemukan limbah TKKS yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat hal ini, Pelajar SMA Negeri 3 Bogor ini pun melihat ada peluang usaha yang bisa dikembangkan mengingat bercocok tanam juga sedang happening di masa pandemi. Anak kedua dari dari tiga bersaudara ini segera membuat desain kreatif untuk karya GreenPotsnya. Pot tanaman hias ini dibuat berbahan dasar serat kelapa sawit sebagai media tanam insitu pupuk. Limbah TKKS dipilih Aufa karena terinspirasi oleh semangat mengurangi penggunaan plastic dan limbah ini sangat cocok untuk mendukung perkembangan tanaman.

Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor saat menciptakan GreenPots dari Limbah. (Dok: AHM)
Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor saat menciptakan GreenPots dari Limbah. (Dok: AHM)

Setelah mengantongi ide dan desain GreenPots, Aufa terbentur pada proses produksi dan perakitannya. Putri seorang dosen dari Perguruan Tinggi ternama di Kota Hujan ini berpikir untuk melibatkan penjahit keliling yang biasa dia lihat. Singkat cerita, Aufa pun berhasil melibatkan 3 penjahit keliling dalam sistem kerjasama jasa memproduksi GreenPots. Di sisi hulu, dalam memasok kebutuhan TKKS, Aufa mendapat dukungan dari Kelompok Tani Manunggal Alam yang berada di kawasan Jasinga Bogor. Sementara itu di hilir, Aufa memasarkan produknya secara online memanfaatkan aplikasi whatsapp dan telepon, serta jasa pengiriman online yang banyak tersebar di sekitar Bogor.

Semangat kolaborasi dan saling bantu Aufa di masa pandemi ini tak hanya menghasilkan GreenPots. Aufa juga berhasil membuat inovasi faceshield berbahan policarbonat anti UV dan juga masker kain yang sangat bermanfaat dalam menjalankan aktivitas masyarakat saat ini. Dengan inovasi ini, gadis belia ini berhasil memberdayakan sekitar 15 orang penjahit keliling pada proses produksi. Tiga produk yang dikembangkan berhasil dijual ke warga sekitar, keluarga, teman sekolah dan juga berkembang ke masyarakat luas di wilayah Kota Bogor. Permintaan yang terus meningkat secara tidak langsung juga berdampak pada peningkatan produktivitas penjahit yang berkolaborasi dengan Aufa tersebut.

Baca Juga: Viral Limbah Medis Bekas Jarum Suntik Berserakan di Kota Bekasi

“Saya berharap inovasi produk ini dapat terus diterima masyarakat dan semakin luas memberdayakan lebih banyak orang. Di tengah mengembangkan usaha ini, saya juga tetap berupaya fokus belajar dan mengerjakan tugas sekolah sehingga ilmu saya pun dapat turut membantu pengembangan usaha ini,” ujar Aufa.

Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor yang berhasil menciptakan GreenPots dari Limbah. (Dok: AHM)
Aufa Hanun Zahiyah, seorang siswi SMA asal Bogor yang berhasil menciptakan GreenPots dari Limbah. (Dok: AHM)

General Manager Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbuddin mengapresiasi kreativitas dan semangat sinergi yang dikembangkan oleh Aufa meski masih duduk di bangku SMA. Masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda terus dapat berkontribusi aktif dalam menghadirkan karya inovatif yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Ide kreatif dan kontributif Aufa ini luar biasa, apalagi bisa berkolaborasi dengan penjahit keliling dan kelompok tani kelapa sawit. Dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi juga mau mengabdi dan bersinergi sehingga lahir gerakan partisipatoris yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Saya berharap Aufa dan peserta kegiatan AHM Best Student lainnya dapat menginspirasi generasi muda lain untuk menggelorakan semangat sinergi membangun negeri,” ujar Muhib.

AHM Best Student 2021

Aufa tercatat sebagai salah satu dari empat peraih penghargaan Gold pada gelaran AHM Best Student 2021 yang diselenggarakan oleh PT AHM. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung pada acara Seminar Inspirasi dan Penghargaan AHM Best Student 2021 yang dihadiri lebih dari 3.300 orang secara virtual (21/8/2021). Tahun ini, kontes ide kreatif siswa berprestasi tingkat SLTA ini diikuti 569 siswa dari 472 sekolah dari seluruh di Indonesia. Mereka mengirimkan karya terbaiknya yang terbagi dalam 4 kategori, yaitu Pendidikan dan Kebudayaan, Pemberdayaan Ekonomi/UMKM, Kepedulian Lingkungan dan Kesehatan, serta Inovasi dan Teknologi. Selain itu, AHMBS tahun ini juga memberi apresiasi khusus kepada 3 karya siswa yang inspiratif dan memiliki potensi pengembangan di masa depan.

Baca Juga: Terungkap, Peningkatan Limbah Medis Indonesia Saat Pandemi Mencapai 520 Ton Per Hari

Proses penjurian AHM Best Student 2021, pada tingkat nasional melibatkan juri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Direktorat SMK Kemendikbud & Ristek, PPM School of Management yang mewakili kalangan akademisi dan praktisi yang ada di grup AHM. Karya-karya terbaik AHM Best Student 2021 mendapatkan apresiasi beasiswa pendidikan dengan total sebesar Rp63 juta.

Komentar