alexametrics

Ekspose Tanaman Hias di Cianjur, Mentan: Industri Florikultura Perlu Dukungan Inovasi

Fabiola Febrinastri
Ekspose Tanaman Hias di Cianjur, Mentan: Industri Florikultura Perlu Dukungan Inovasi
ā€¯Membangun Industri Florikultura yang Maju, Mandiri, Modern dan Berorientasi Ekspor." (Dok: Kementan)

Saat ini, preferensi pasar internasional mulai berubah ke arah tanaman tropis.

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengembangan industri florikultura memerlukan dukungan inovasi secara berkelanjutan berupa Varietas Unggul Baru (VUB) dan teknologi pendukungnya. Hal itu dikatakannya saat ekspose Inovasi Tanaman Hias,  di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

“Hari ini, kita melepas benih awal, kurang lebih 50 ribu benih sumber yang dihasilkan oleh Balithi. Dari sini akan mampu diperbanyak hingga 1 juta benih yang tersebar ke beberapa petani dan penangkar. Kita memiliki negara dengan iklim tropis yang sangat bagus, sehingga kita bisa menghasilkan bunga tropis yang sangat indah dan bahkan diminati oleh dunia," katanya.

Tanaman florikultura memiliki potensi ekspor yang sangat tinggi. Saat ini, preferensi pasar internasional mulai berubah ke arah tanaman tropis. Hal ini memberi peluang bagi para pengusaha di dalam negeri karena Indonesia memiliki kekayaan genetik florikultura terbesar di dunia.

Ketersediaan inovasi unggul merupakan faktor kunci dalam pengembangan pertanian, khususnya subsektor florikultura.

Baca Juga: Bangun Pertanian di Ujung Indonesia, Senator Papua Apresiasi Kerja Kementan

Inovasi teknologi harus bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas, sehingga dapat memacu pertumbuhan produksi dan peningkatan daya saing. Inovasi teknologi juga diperlukan dalam pengembangan produk untuk meningkatkan nilai tambah, diversifikasi produk dan transformasi produk sesuai dengan preferensi konsumen.

Open house inovasi tanaman hias ini mengangkat tema ”Membangun Industri Florikultura yang Maju, Mandiri, Modern dan Berorientasi Ekspor."

Acara ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekspor komoditas unggulan sebagai sumber devisa.

Menurut Syahrul, inovasi florikultura yang telah dihasilkan perlu segera diintroduksikan secara sistemik, cepat dan masif ke tangan pengguna, salah satunya melalui kerja sama kemitraan untuk pengembangannya. Kerja sama dengan para mitra tersebut diharapkan dapat berdampak signifikan dalam pengembangan industri florikultura.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

“Setelah ini, kita terobos dan kita akan siapkan pengembangannya ke depan. Kita akan jalin kerja sama dengan berbagai pihak baik dari start up, eksportir dan juga duta milenial pertanian," ujarnya

Baca Juga: Petani Lebak Bersyukur Kementan Wujudkan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas

Mentan melanjutkan, kemandirian dalam industri florikultura, termasuk penyediaan benihnya akan dapat mengurangi ketergantungan produk dari luar (impor), bahkan bisa membalikkan keadaan menjadikan Indonesia tercinta sebagai pengekspor produk tanaman hias yang akan membanjiri pasar internasional.

Open House Litbangtan
Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan, dalam kegiatan open house Balithi ini juga digelar pameran Agro Inovasi Fair, yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Balitbangtan.

Sejak didirikan pada 1974, hingga saat ini, Balitbangtan telah menghasilkan ratusan invensi, terutama terkait peningkatan produktivitas, efisiensi dan efektivitas budi daya, serta perbaikan kualitas produk pertanian, yang sebagian besar telah menjadi inovasi, yang diadopsi oleh masyarakat.

"Balitbangtan juga terus mengembangkan berbagai teknologi untuk membangun pertanian Indonesia. Riset pertanian tidak hanya di hulu, tetapi sampai ke hilirnya, hingga akhirnya inovasi Balitbangtan sampai ke petani, industri dan masyarakat luas," tuturnya.

Fadjry mengungkapkan, pada masa pandemi Covid-19 ini, Balitbangtan tidak surut dalam menghasilkan invensi bagi masyarakat. Balitbangtan berhasil mendaftarkan paten untuk 25 invensi.

Pada open housekali  ini, Kementan memberikan hibah benih sumber untuk program perbanyakan benih sumber 3 jenis tanaman hias, yaitu krisan, anggrek, dan impatiens. Benih sumber tersebut diserahkan kepada beberapa penangkar yang tersebar di seluruh Indonesia untuk selanjutnya diperbanyak secara masal untuk tujuan produksi tanaman hias.

“Hibah ini diharapkan mampu mendorong industri benih dan agribisnis tanaman hias di Indonesia semakin berkembang dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir tanaman hias,” jelas Fadjry.

Tidak hanya produk dan inovasi florikultura, dalam gelaran ini juga ditampilkan berbagai teknologi pertanian terkini hasil invensi Balitbangtan dalam pameran Agro Inovasi Fair.

Komentar