Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Synthesis Huis Bakal Jadi Hunian Strategis di Kawasan TB Simatupang

Fabiola Febrinastri

Senin, 13 September 2021 | 14:29 WIB
Synthesis Huis Bakal Jadi Hunian Strategis di Kawasan TB Simatupang
Synthesis Huis, di kawasan TB Simatupang, Jakarta. (Dok: Synthesis Development)

Suara.com - Pesatnya perkembangan bisnis di kawasan TB Simatupang, Jakarta memberikan pengaruh besar pada pertumbuhan sektor bisnis di sekitarnya. Berada di wilayah selatan Jakarta, TB Simatupang merupakan wilayah strategis yang mudah diakses, termasuk dari Depok dan Tangerang, yang merupakan kawasan penyangga Ibu Kota Jakarta.

Synthesis Development tengah mengembangkan produk hunian rumah tapak terbaru bertajuk Synthesis Huis di kawasan TB Simatupang, yang akan segera diluncurkan awal Oktober 2021.

General Manager Sales & Marketing Synthesis Huis, Imron Rosyadi memaparkan, TB Simatupang menjadi pilihan pembangunan proyek terbarunya karena kawasan tersebut sukses berkembang menjadi area perkantoran bagi perusahaan besar multinasional yang bergerak di berbagai sektor industri seperti minyak, gas, dan pertambangan dengan banyaknya tenaga kerja lokal maupun asing.

“Melihat peluang ini, kami yakin, kaum urban profesional yang aktif dan berprofesi di kawasan TB Simatupang akan membutuhkan hunian yang nyaman, dekat kantor dan memiliki akses transportasi yang mudah dijangkau,” jelas Imron, dalam keterangannya baru-baru ini.

Berdiri di atas lahan seluas 3,3 hektare, Synthesis Huis siap menjadi hunian layak huni yang memiliki beragam nilai dan potensi investasi terbaik. Hal ini didukung dengan perkembangan transportasi dan beragam fasilitas penunjang di sekitar kawasan proyek yang memudahkan pemenuhan kebutuhan para penghuni nantinya.

“Synthesis Huis memiliki akses transportasi yang sangat baik, mulai dari transportasi umum yang sangat mudah dijangkau, 4 menit menuju pintu tol yang terkoneksi ke delapan ruas tol utama Jakarta, sangat memberikan kemudahan para penghuni yang memiliki mobilitas tinggi di pusat Jakarta, bahkan menuju luar kota,” ujar Imron.

Synthesis Huis dibangun di wilayah berkembang Jakarta yang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik di sekitarnya, mulai dari fasilitas pendidikan (Sekolah Al Izhar, Uhamka, Universitas Jayabaya, Sekolah Cikal), layanan kesehatan (RSUD Pasar Rebo, RS Polri, RS Jantung Binawaluya, RS Harapan Bunda), sarana olahraga dan destinasi wisata (GOR Ciracas, GOR Ragunan, Lapangan Golf Halim, TMII, Taman Margasatwa Ragunan, Hutan Kota Cijantung, Danau PKP Ciracas), hingga pusat perbelanjaan besar (Lotte Mart, Hypermart, Mall Cijantung, AEON Mall Jakarta Timur).

“Salah satu concern utama kami dalam membangun rumah tapak di kawasan ini adalah untuk memudahkan mobilitas para penghuni untuk tetap produktif dengan efisiensi waktu. Saat ini, kami tengah mempersiapkan rumah contoh tepat di kawasan pembangunan rumah tapak Synthesis Huis. Unit rumah Synthesis Huis dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,9 miliaran dan kami menawarkan harga khusus untuk konsumen yang mengikuti program NUP saat ini,” tambah Imron.

Sesuai dengan rencana pengembangan moda transportasi modern, saat ini tengah dibangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dilengkapi dengan teknologi terbaru. Dengan moda transportasi ini, maka Jakarta menuju Bandung dapat ditempuh dalam waktu singkat sekitar 46 menit, dengan kecepatan 350km/jam. Rencananya akan dibangun 4 stasiun pemberhentian, yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.

baca juga

Stasiun Halim akan dibangun di dalam kawasan Halim Perdanakusuma, menjadikan salah satu strong point kemudahan akses transportasi yang dapat dinikmati oleh pemilik unit Synthesis Huis. Selain itu, penggunaan moda transportasi busway TransJakarta dapat diakses hanya dengan berjalan kaki karena lokasi halte berada di dalam area kawasan perumahan.

Aura Skandinavia pada bangunan Synthesis Huis tampak jelas dari arsitektur rumah yang stylish, taman tematik bernuansa Aurora, lingkungan yang hijau dengan kontur tanah dinamis, interior minimalis klasik, hingga penamaan tipe unit rumah, semua mengadopsi gaya Skandinavia. Synthesis Huis memasarkan tiga jenis unit rumah tapak tiga lantai, yaitu Tipe Passa (LB 106 meter persegi), Tipe Mattlig (LB 123meter persegi) dan Tipe Lang (LB 154 meter persegi).

Sementara untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan penghuninya, Synthesis Huis menerapkan sistem keamanan 24 jam, lengkap dengan one gate system dan access card. Kebutuhan masyarakat urban modern yang lebih mengutamakan hunian sehat dan ramah lingkungan juga diakomodasi dengan menyediakan area hijau di sekeliling kawasan dan menerapkan konsep interior biophilic yang akan memudahkan penghuni berinteraksi langsung dengan alam.

“Untuk informasi lebih jelas mengenai produk dan penawaran khusus saat ini, Anda dapat mengakses laman synthesishuis.id atau instagram @synthesishuisofficial,” tutup Imron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Indonesia Dipaksa Mengalah demi Proyek Strategis Nasional Jokowi

Hutan Indonesia Dipaksa Mengalah demi Proyek Strategis Nasional Jokowi

Tekno | Minggu, 05 September 2021 | 07:35 WIB

Peta Jalan Digital Indonesia 2021 -2024 Cakup 4 Sektor Strategis

Peta Jalan Digital Indonesia 2021 -2024 Cakup 4 Sektor Strategis

Tekno | Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:32 WIB

ASTON Priority Simatupang Hotel Sabet Penghargaan Travelers Choice 2021 di Tripadvisor

ASTON Priority Simatupang Hotel Sabet Penghargaan Travelers Choice 2021 di Tripadvisor

Bisnis | Selasa, 08 Juni 2021 | 12:55 WIB

Perkembangan Bisnis Berkelanjutan Dukung Pencapaian SDGs di Indonesia Melalui B Corp

Perkembangan Bisnis Berkelanjutan Dukung Pencapaian SDGs di Indonesia Melalui B Corp

Bisnis | Jum'at, 28 Mei 2021 | 13:59 WIB

MRT Jakarta Dongkrak Nilai Properti

MRT Jakarta Dongkrak Nilai Properti

Foto | Sabtu, 06 April 2019 | 17:02 WIB

Koridor TB Simatupang Potensial untuk Pembangunan Apartemen

Koridor TB Simatupang Potensial untuk Pembangunan Apartemen

Bisnis | Minggu, 09 Maret 2014 | 11:18 WIB

Terkini

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

×