Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 21 September 2021 | 07:55 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Ini Penyebabnya
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok 2 persen karena investor semakin menghindari risiko yang menekan pasar saham dan mendorong dolar AS.

Mengutip CNBC, Selasa (21/9/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot 1,42 dolar AS atau 1,9 persen menjadi 73,92 dolar AS per barel setelah tenggelam ke sesi terendah 73,52 dolar AS.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 1,68 dolar AS atau 2,3 persen menjadi berakhir di 70,29 dolar AS per barel setelah jatuh serendahnya ke posisi 69,86 dolar AS.

Dolar, dilihat sebagai safe-haven, melesat karena kekhawatiran tentang solvabilitas pengembang properti China, Evergrande, menakuti pasar ekuitas dan investor bersiap menghadapi Federal Reserve yang akan mengambil langkah lain menuju tapering minggu ini.

"Karena dolar AS biasanya merupakan safe-haven, nilai tukarnya terhadap mata uang lain menguat, suatu perkembangan yang melengkapi lingkungan penghindaran risiko dan mempengaruhi harga komoditas, terutama minyak," kata analis Rystad Energy, Nishant Bhushan.

Namun, minyak mendapat dukungan dari tanda-tanda bahwa beberapa produksi Teluk Amerika akan tetap offline selama berbulan-bulan karena kerusakan akibat terjangan badai.

Brent melambung 43 persen sepanjang tahun ini, didukung pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, dan beberapa pemulihan permintaan setelah kehancuran akibat pandemi tahun lalu.

Kejatuhan pada sesi Senin relatif terbatas karena penutupan pasokan di Teluk Meksiko AS gara-gara hantaman dua badai baru-baru ini. Perusahaan migas mencatat 23 persen produksi minyak mentah masih offline, atau 422.078 barel per hari.

Minyak mentah memangkas penurunan pada sesi Senin setelah Royal Dutch Shell mengatakan pihaknya memperkirakan instalasi di Teluk Meksiko akan offline untuk perbaikan hingga akhir 2021 karena kerusakan akibat Badai Ida.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai stasiun transfer bagi semua output dari aset perusahaan itu di koridor Mars area Mississippi Canyon ke terminal minyak mentah onshore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilang Meksiko Beroperasi Penuh, Harga Minyak Dunia Anjlok

Kilang Meksiko Beroperasi Penuh, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Senin, 20 September 2021 | 07:42 WIB

Ancaman Badai Nicholas Mereda, Harga Minyak Dunia Berangsur Stabil

Ancaman Badai Nicholas Mereda, Harga Minyak Dunia Berangsur Stabil

Bisnis | Jum'at, 17 September 2021 | 08:21 WIB

Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Melesat 2,5 Persen

Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Melesat 2,5 Persen

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 08:01 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB