Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Pakar: Limbah Penambangan Bitcoin Diperkirakan Tidak Beri Dampak Buruk Kepanjangan

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 23 September 2021 | 11:01 WIB
Pakar: Limbah Penambangan Bitcoin Diperkirakan Tidak Beri Dampak Buruk Kepanjangan
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian yang dilakukan New York Digital Investment Group (NYDIG) belum lama ini menyebut, konsumsi energi Bitcoin berada di bawah 0,5% dari total global selama dekade berikutnya.

Dalam makalah berjudul 'Bitcoin Net Zero', pakar menyebut, konsumsi energi dan emisi karbon Bitcoin tidak akan meledak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam studi yang diterbitkan mitra Castle Island Ventures, Nic Carter dan pendiri NYDIG, Ross Stevens, emisi karbon jaringan diprediksi membaik di masa depan akibat fluktuasi harga Bitcoin, kesulitan penambangan, dan konsumsi energi.

Merujuk pada laporan Cointelegraph via Warta Ekonomi, emisi Bitcoin masih akan mewakili sebagian kecil dari total global bahkan jika harga BTC naik ke puncak pada tahun 2030.

“Bahkan dalam skenario kami yang paling agresif, dengan harga tinggi, di mana Bitcoin mencapai 10 triliun dolar pada tahun 2030, jumlah emisinya hanya 0,9 persen dari total dunia, dan pengeluaran energinya hanya 0,4 persen dari total global,” kata laporan tersebut.

Pertumbuhan masa depan aktivitas tambang Bitcoin berdasarkan data 2020, para peneliti memperkirakan konsumsi listrik penambang Bitcoin sebagai fungsi dari hashrate jaringan dan efisiensi mesin.

Tahun lalu, peneliti juga menemukan bahwa Bitcoin mengkonsumsi 62 terawatt-hours (TWh) listrik dan menghasilkan 33 juta ton emisi karbon dioksida yang mewakili hanya 0,04% dari konsumsi energi global dan 0,1% dari emisi karbon global.

Limbah karbon dampak penambangan Bitcoin diklaim tidak bertambah secara signifikan pada 2020 lalu.

Saat ini, penambangan BTC menggunakan 101 TWh per tahun atau 0,45% dari listrik global. Menurut Universitas Cambridge, jaringan Bitcoin mengkonsumsi lebih banyak energi daripada seluruh negara Filipina.

Meski demikian, Universitas juga menemukan bahwa Bitcoin mengkonsumsi lebih sedikit listrik daripada gabungan semua lemari es di Amerika Serikat, dan hanya 4,6% dari total energi yang digunakan untuk AC perumahan di seluruh dunia.

Laporan tersebut juga menyampaikan, prospek penambangan Bitcoin “dekarbonisasi” di masa depan menunjukkan janji yang signifikan.

“Dalam jangka panjang, intensitas emisi karbon Bitcoin (dan dengan itu emisi karbon absolut Bitcoin) akan menurun, karena pengembangan energi terbarukan terus berlanjut dan negara-negara berusaha untuk mendekarbonisasi jaringan listrik mereka,” tulis laporan tersebut.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Lagi Diskon, CEO Indodax Minta Investor Manfaatkan Kondisi Ini

Harga Bitcoin Lagi Diskon, CEO Indodax Minta Investor Manfaatkan Kondisi Ini

Bisnis | Kamis, 23 September 2021 | 08:57 WIB

Terjadi Lagi, Aplikasi Penyedia Bitcoin Dibobol, Aset Rp180 Milyar Digondol Hacker

Terjadi Lagi, Aplikasi Penyedia Bitcoin Dibobol, Aset Rp180 Milyar Digondol Hacker

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 13:01 WIB

10 Fakta Penurunan Signifikan Harga Bitcoin BTC Senin Kemarin

10 Fakta Penurunan Signifikan Harga Bitcoin BTC Senin Kemarin

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 11:33 WIB

Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar

Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 10:44 WIB

4 Jenis Limbah yang Erat Kaitannya dengan Hidup Manusia

4 Jenis Limbah yang Erat Kaitannya dengan Hidup Manusia

Lifestyle | Selasa, 21 September 2021 | 10:37 WIB

Komputer Penambang Bitcoin Hanya Mampu Bertahan 1,3 Tahun, Setelahnya Jadi Sampah

Komputer Penambang Bitcoin Hanya Mampu Bertahan 1,3 Tahun, Setelahnya Jadi Sampah

Tekno | Senin, 20 September 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Pengumuman Penting BCA

Pengumuman Penting BCA

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:57 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

26 Ide Jualan di Bazar Modal Kecil yang Pasti Laris dan Menguntungkan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:10 WIB